JAKARTAHYPE.COM - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) angkat bicara mengenai isu krusial yang muncul setelah meninggalnya seorang dokter internship bernama Myta Aprilia Azmy saat menjalani tugas di Jambi.

Sorotan utama dari lembaga profesional ini ditujukan pada potensi adanya eksploitasi yang mungkin terjadi dalam sistem penempatan dokter muda di berbagai daerah.

Isu mengenai kualitas pelaksanaan program serta beban kerja yang ditanggung oleh para dokter internship kini menjadi perhatian serius bagi MGBKI.

Kekhawatiran mendalam diungkapkan bahwa program internship dokter telah mengalami pergeseran signifikan dari tujuan pendidikan awalnya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua MGBKI, Prof dr Budi Iman Santoso, SpOG(K), dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan pada hari Minggu, 3 Mei 2026.

Prof dr Budi Iman Santoso menyampaikan pandangan tegas mengenai fungsi ideal yang seharusnya dijalankan oleh program internship dokter di Indonesia.

"Sorotan utama diarahkan pada potensi eksploitasi yang terjadi dalam sistem penempatan dokter muda ini," ujar Prof dr Budi Iman Santoso, SpOG(K).

Menurut pandangan MGBKI, program tersebut seharusnya berpegang teguh pada koridor pendidikan, bukan malah dijadikan sebagai alat untuk menutupi kekurangan tenaga kerja dengan upah murah.

Dilansir dari MEDIAKOMPETEN.CO.ID, MGBKI mendesak adanya evaluasi menyeluruh agar program ini kembali sesuai dengan mandat utamanya sebagai wahana pembelajaran profesional.