JAKARTAHYPE.COM - Era dominasi Google dalam industri periklanan digital global tampaknya mulai menghadapi tantangan serius. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Meta Platforms, induk dari Instagram, WhatsApp, dan Facebook, diprediksi akan menyalip Alphabet (Google) dalam perolehan pendapatan iklan di seluruh dunia.

Proyeksi mengejutkan ini datang dari firma riset pasar terkemuka, Emarketer. Menurut analisis mereka, pendapatan iklan global Meta diperkirakan akan mencapai angka fantastis US$243,46 miliar pada akhir tahun 2026.

Sementara itu, pesaing utamanya, Google, diproyeksikan hanya akan mengantongi pendapatan iklan sebesar US$239,54 miliar pada periode yang sama. Data ini diungkapkan oleh Emarketer, dilansir dari Reuters pada Selasa (14/4/2026).

Salah satu kunci keberhasilan Meta dalam menarik para pengiklan adalah peluncuran paket tool iklan otomatis yang diberi nama Advantage+. Alat ini sangat diminati karena kemampuannya menyederhanakan proses pengaturan kampanye iklan.

Keunggulan utama dari tool tersebut adalah peningkatan signifikan pada pengembalian investasi pemasaran (ROI) bagi para pengguna jasanya. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi merek-merek yang ingin mengoptimalkan anggaran promosi mereka.

"Dengan melampaui Google, Meta pada dasarnya telah memvalidasi banyak strategi intinya," kata Max Willens, analis utama di Emarketer.

Meskipun Google memiliki sumber pertumbuhan bisnis lain, seperti pendapatan dari langganan YouTube Premium, bauran bisnisnya yang lebih beragam dianggap dapat menghambat laju pertumbuhannya di sektor iklan murni. Hal ini berbeda dengan fokus Meta yang lebih tajam pada ekosistem media sosialnya.

Para analis industri juga menyoroti bahwa platform yang skalanya lebih kecil, seperti Snap dan Pinterest, masih berada dalam posisi yang rentan. Mereka cenderung menjadi korban pertama dari pemotongan anggaran iklan saat terjadi ketidakpastian geopolitik.

Sebaliknya, pengeluaran iklan digital cenderung terkonsentrasi pada dua raksasa platform terbesar, yaitu Meta dan Google, yang menjamin stabilitas investasi bagi pengiklan besar.