JAKARTAHYPE.COM - Kemerahan pada area wajah, termasuk di sekitar hidung, merupakan masalah umum yang dapat mengganggu penampilan meskipun seringkali bersifat sementara. Kondisi ini seringkali dipicu oleh faktor eksternal seperti perubahan suhu ekstrem yang mendadak.

Selain faktor suhu, interaksi kulit dengan berbagai zat atau benda yang memicu reaksi alergi juga menjadi penyebab seringnya munculnya rona merah di sekitar hidung. Hal ini memerlukan identifikasi pemicu spesifik untuk penanganan yang efektif.

Salah satu penyebab medis yang signifikan adalah penyakit kulit rosacea, yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik yang menyerupai jerawat pada kulit. Secara spesifik, subtipe rosacea yang dikenal sebagai erythematotelangiectatic (ETH) sangat erat kaitannya dengan kemerahan di area hidung.

Kondisi rosacea subtipe ETH ini dapat dipicu oleh berbagai hal, termasuk paparan langsung sinar matahari, hembusan angin kencang, konsumsi makanan tertentu, hingga tekanan psikologis seperti stres. Hal ini menunjukkan kompleksitas pemicu kondisi kulit ini.

Penyebab lain yang lebih sederhana adalah munculnya jerawat akibat kebersihan yang kurang terjaga, khususnya saat tangan yang kotor menyentuh area hidung. Kebiasaan ini dapat menyebabkan iritasi lokal dan peradangan.

Kondisi kulit yang disebut windburn juga sering menjadi biang keladi kemerahan, yakni sensasi terbakar yang timbul akibat paparan udara dingin dan berangin secara intens. Windburn bahkan bisa menyebabkan kulit di sekitar hidung menjadi memerah dan mengalami pengelupasan.

Dermatitis kontak juga menjadi potensi penyebab peradangan kulit di area hidung, umumnya disebabkan oleh reaksi kulit terhadap produk perawatan wajah yang mengandung wewangian atau zat kimia tertentu. Ini menyoroti pentingnya memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit.

Iritasi kulit juga dapat terjadi akibat gesekan fisik yang berulang, misalnya ketika seseorang sering menyeka hidung saat sedang mengalami flu. Kebiasaan menggosok hidung yang terasa gatal juga dapat memperburuk tingkat iritasi yang sudah ada.

Penyebab yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut adalah nasal vestibulitis, yaitu infeksi bakteri yang disebabkan oleh kuman staphylococcus. Infeksi ini menimbulkan gejala serius seperti munculnya jerawat, pembengkakan, hingga rasa nyeri yang cukup parah.