JAKARTAHYPE.COM - Berbagai produk olahan susu mudah ditemukan di toko, mulai dari rak pendingin hingga rak biasa. Produk-produk ini hadir dalam bentuk susu cair, bubuk, hingga susu kental manis. Meskipun semuanya berasal dari bahan dasar yang sama, masing-masing memiliki karakteristik, komposisi, dan tujuan penggunaan yang berbeda.

Perbedaan mendasar ini menyebabkan kategorisasi produk olahan susu menjadi beragam di pasaran. Setiap kategori dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik konsumen, baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan pelengkap dalam resep makanan dan minuman.

Lalu, bagaimana sebenarnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan ahli gizi mengklasifikasikan jenis-jenis olahan susu ini? Proses pengolahan menjadi penentu utama yang membedakan satu produk dengan produk lainnya.

Susu pasteurisasi adalah susu yang melalui pemanasan ringan untuk mengurangi mikroorganisme berbahaya. Karena proses pemanasannya yang tidak terlalu ekstrem, susu jenis ini memerlukan penyimpanan suhu dingin, yakni sekitar 2 sampai 6 derajat Celsius.

Oleh karena itu, susu pasteurisasi memiliki masa simpan yang relatif singkat, biasanya hanya bertahan beberapa hari hingga sekitar dua minggu, tergantung pada kemasan yang digunakan.

Berbeda dengan itu, Susu UHT (Ultra High Temperature) diproses dengan suhu yang sangat tinggi dalam waktu singkat, diikuti dengan pengemasan aseptik. Proses sterilisasi ini memungkinkan susu UHT untuk disimpan pada suhu ruang selama kemasannya belum dibuka.

BPOM menjelaskan bahwa sterilisasi dan pengemasan aseptik adalah kunci yang membuat susu UHT dapat bertahan hingga beberapa bulan dalam kondisi tertutup rapat. Susu bubuk, di sisi lain, dibuat melalui proses penghilangan kadar air hingga produk menjadi kering.

Kadar air yang sangat rendah ini memberikan keuntungan praktis berupa penyimpanan yang lebih mudah dan daya simpan yang jauh lebih panjang dibandingkan susu cair.

Dikutip dari BPOM, susu kental manis (SKM) didefinisikan sebagai produk susu kental yang dihasilkan setelah sebagian besar airnya dihilangkan dan ditambahkan gula dalam jumlah tertentu. SKM juga harus memenuhi standar kadar lemak susu yang ditetapkan.