JAKARTAHYPE.COM - Fenomena kesadaran akan masa depan, khususnya perencanaan dana pensiun, mulai menghangat di kalangan anak muda, termasuk Generasi Z (Gen Z). Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengenai estimasi ideal tabungan bulanan yang diperlukan agar mereka dapat hidup nyaman saat memasuki usia senja.

Generasi Z, yang didefinisikan lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal memiliki karakteristik unik seperti kecakapan teknologi, kreativitas tinggi, dan pandangan berbeda terhadap dunia kerja. Mereka tidak hanya mengejar kompensasi finansial, tetapi juga mencari makna dan keseimbangan dalam kehidupan profesional mereka.

Secara demografis, populasi Gen Z di Indonesia sangat signifikan dan merupakan aset penting bagi pembangunan negara ke depan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa terdapat sekitar 74,93 juta individu Gen Z, mencakup hampir 28% dari total penduduk Indonesia saat itu.

Proyeksi menunjukkan bahwa dominasi mereka dalam angkatan kerja akan semakin kuat, di mana pada tahun 2030, Gen Z diprediksi akan menyumbang sekitar 30% dari keseluruhan tenaga kerja nasional. Hal ini menegaskan betapa vitalnya peran mereka dalam struktur ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Meski demikian, tantangan masih membayangi kelompok usia ini, terutama terkait penyerapan tenaga kerja. Tingkat pengangguran terbuka pada kelompok Gen Z tercatat mencapai 9,37%, setara dengan kurang lebih 4,84 juta orang yang masih aktif mencari kesempatan kerja.

Di tengah semangat untuk bekerja dan menjalani gaya hidup aktif, para pakar mengingatkan Gen Z agar tidak mengabaikan persiapan pensiun. Mereka didorong untuk menyeimbangkan antara menikmati momen saat ini dengan membangun fondasi finansial yang kuat untuk masa tua.

Sayangnya, banyak anggota Gen Z masih menunda pemikiran mengenai instrumen pensiun seperti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), seringkali karena anggapan bahwa masa pensiun masih terasa sangat jauh dan kurang menarik untuk dibahas sekarang.

Sebagai ilustrasi konkret mengenai kebutuhan menabung, terdapat skenario sederhana bagi seseorang yang memulai di usia 25 tahun dan menargetkan pensiun pada usia 55 tahun, dengan harapan hidup hingga 73 tahun. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan perencanaan menabung sekitar Rp1,2 juta setiap bulannya.

Target dana yang harus terkumpul saat mencapai usia 55 tahun diperkirakan mencapai sekitar Rp1,4 miliar, dana tersebut dialokasikan untuk menopang kebutuhan hidup selama kurang lebih 18 tahun pasca-pensiun. Namun, perlu diperhatikan bahwa dampak inflasi akan membuat kebutuhan bulanan saat pensiun melonjak.