JAKARTAHYPE.COM - Kawasan Condet di Jakarta Timur tidak hanya dikenal karena kekayaan budaya Betawi yang kental, namun juga menyimpan dimensi sejarah lain yang unik. Wilayah ini dulu dikenal dengan julukan khusus yang merefleksikan salah satu kegiatan ekonominya di masa lalu.
Julukan istimewa tersebut adalah "Kampung Parfum," sebuah sebutan yang melekat erat dengan ingatan kolektif masyarakat setempat. Sebutan ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan berakar dari perkembangan pesat perdagangan wewangian di area tersebut.
Tradisi perdagangan parfum ini secara spesifik berkembang di kalangan masyarakat keturunan Arab yang menetap dan beraktivitas di Condet. Fenomena ini mulai terlihat signifikan sejak memasuki dekade 1970-an.
Pada periode waktu tersebut, lanskap komersial Condet mulai dihiasi oleh kehadiran para pedagang wewangian. Mereka menjadi pemandangan yang khas di sepanjang jalan kawasan tersebut.
Berbeda dengan praktik jual beli parfum modern yang kini banyak dilakukan di toko permanen, proses dagang pada masa itu dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan terbuka. Para penjual menata dagangan mereka di lapak-lapak sederhana.
Para pedagang kala itu menjajakan berbagai jenis wewangian dengan menata botol-botol harum tersebut di atas meja lapak yang mereka dirikan. Cara berjualan yang lugas ini menjadi ciri khas Condet pada era tersebut.
Meskipun metode perdagangannya tampak sederhana, usaha para pedagang ini nyatanya berhasil menarik perhatian dan minat dari banyak pembeli. Hal ini membuktikan kualitas produk yang mereka tawarkan.
Perlahan namun pasti, aktivitas perdagangan parfum ini sukses mengukuhkan diri dan menjadi identitas atau ciri khas yang melekat pada kawasan Condet hingga kini.
"Sebutan ini lahir dari tradisi perdagangan wewangian yang berkembang di kalangan masyarakat keturunan Arab sejak 1970-an," jelas sebuah catatan mengenai sejarah lokal Condet.