JAKARTAHYPE.COM - Kabar mengenai keretakan rumah tangga Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan istrinya, Brigitte Macron, kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya sebuah publikasi baru. Isu ini berpusat pada dugaan adanya 'orang ketiga' yang memicu perselisihan antara pasangan tersebut tahun lalu.

Permasalahan ini diangkat dalam buku berjudul 'Un Couple (Presque) Parfait' (Pasangan yang (Hampir) Sempurna) yang ditulis oleh jurnalis Prancis, Florian Tardif. Buku tersebut mengklaim bahwa sumber ketegangan adalah pesan-pesan yang ditemukan Brigitte Macron di ponsel suaminya.

Menurut keterangan Florian Tardif saat siaran radio, Brigitte Macron disebut sempat 'menampar' sang suami setelah melihat pesan-pesan tersebut. Pesan-pesan itu dikirimkan oleh aktris terkenal asal Iran, Golshifteh Farahani.

"Apa yang terjadi? Brigitte melihat pesan di ponsel suaminya dari tokoh terkenal, aktris Iran Golshifteh Farahani," ujar Florian Tardif, mengutip temuan dalam bukunya.

Hubungan yang diduga terjalin antara Presiden Macron dan Farahani disebut sebagai 'hubungan platonis' yang berlangsung selama beberapa bulan. Meskipun demikian, pesan-pesan tersebut dianggap Brigitte Macron sebagai sesuatu yang keterlaluan, meskipun belum tentu mengarah pada perselingkuhan fisik.

Ketegangan ini diduga memuncak saat insiden 'toyor' (tamparan) terjadi di pesawat dalam perjalanan diplomatik mereka ke Vietnam. Brigitte Macron, yang usianya 24 tahun lebih tua dari Emmanuel, disebut kesal karena suaminya memuji kecantikan Golshifteh Farahani.

Rumor mengenai kedekatan ini pertama kali mencuat pada tahun 2024, yang mana saat itu Golshifteh Farahani telah membantah adanya hubungan spesial tersebut. Pihak terdekat Brigitte Macron juga sebelumnya telah menampik bahwa Farahani berperan dalam permasalahan pasangan tersebut.

Di tengah spekulasi ini, pernyataan Golshifteh Farahani mengenai budaya perselingkuhan di Prancis dari wawancara sebelumnya kembali menjadi perbincangan hangat. Wanita berusia 42 tahun itu pernah mengemukakan pandangannya mengenai fenomena tersebut.

"Di Prancis juga ada budaya selir dan kekasih gelap. Mengapa tetap bersama istri jika kita sudah tidak mencintainya lagi atau jika kita mencintai orang lain?" kata Golshifteh Farahani mengenai isu perselingkuhan di Prancis.