JAKARTAHYPE.COM - Para atlet dan penampil yang akan terlibat dalam gelaran Disney On Ice edisi 2026 tengah menghadapi serangkaian persiapan intensif untuk menyajikan pertunjukan berkualitas tinggi. Mereka dituntut untuk tidak hanya menguasai elemen seluncur es yang sulit tetapi juga menghidupkan karakter Disney yang sangat dicintai oleh publik.

Proses transformasi menjadi karakter ikonik seperti Anna dari Frozen atau Buzz Lightyear dari Toy Story memerlukan dedikasi luar biasa dari para pemeran. Bukan sekadar menirukan gerakan, penampilan mereka harus mampu menangkap esensi dan emosi dari tokoh animasi tersebut di atas arena es.

Salah satu aspek krusial yang harus mereka kuasai adalah transisi peran yang sangat beragam dalam satu pertunjukan. Mereka harus siap beralih dari karakter putri anggun menjadi pahlawan luar angkasa dalam waktu singkat, sebuah tantangan yang membutuhkan fleksibilitas fisik dan mental tinggi.

Persiapan ini mencakup latihan fisik yang sangat ketat untuk mempertahankan stamina sepanjang durasi pertunjukan. Mengingat tuntutan koreografi yang melibatkan kecepatan dan akurasi di atas es, ketahanan fisik menjadi prioritas utama bagi seluruh tim.

Tantangan terbesar yang dihadapi para pemeran adalah bagaimana menyeimbangkan antara tuntutan teknis seluncur es dengan tuntutan artistik akting karakter. Mereka harus memastikan setiap gerakan di atas es terlihat mulus sekaligus otentik sesuai dengan kepribadian karakter yang dibawakan.

Dikutip dari sumber berita mengenai persiapan pertunjukan, para pemeran mengungkapkan bahwa penjiwaan karakter adalah kunci utama keberhasilan penampilan mereka. Mereka melakukan riset mendalam mengenai latar belakang dan gestur khas dari setiap tokoh Disney yang akan mereka perankan.

"Kami harus benar-benar masuk ke dalam jiwa karakter, misalnya saat memerankan Anna, kita harus bisa menangkap kehangatan dan semangatnya, sementara Buzz Lightyear membutuhkan energi yang sangat berbeda," ujar salah satu pemeran utama, sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Selain itu, koordinasi dengan properti dan kostum yang seringkali rumit juga menjadi bagian dari latihan harian. Kostum yang berat atau desain yang membatasi gerakan harus tetap bisa dikuasai tanpa mengurangi kualitas koreografi di atas es.

Para penampil juga membagikan bahwa dukungan tim dan pelatih sangat vital dalam mengatasi tekanan mental menjelang pertunjukan besar. Mereka berlatih bersama untuk membangun sinkronisasi yang sempurna, terutama dalam adegan kelompok yang padat.