JAKARTAHYPE.COM - Bulan Zulhijah memegang status istimewa dalam kalender Hijriah karena termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Ketetapan mengenai bulan-bulan suci ini telah ditegaskan secara eksplisit dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah At Taubah ayat 36.

Keempat bulan haram tersebut, berdasarkan keterangan dari buku Fiqh Al Jihad Dirasah Muqaramah li Ahkamihi wa Falsafatihi fi Dhau' Al-Qur'an wa Al-Sunnah karya Yusuf Qardhawi yang diterjemahkan Irfan Maulana Hakim dkk, meliputi Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab. Dikutip dari Detikcom, ayat tersebut menekankan pentingnya menjaga diri dari perbuatan zalim pada bulan-bulan tersebut.

Kekhususan ini juga diperkuat melalui hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakrah RA, di mana Rasulullah SAW menyebutkan empat bulan haram tersebut. Tiga di antaranya berurutan, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharram, sementara Rajab berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban.

Umat Islam diketahui telah memasuki 1 Dzulhijah 1447 H pada tanggal 18 Mei 2026, menandai dimulainya periode penuh berkah ini. Status Zulhijah sebagai bulan haram memberikan keistimewaan spiritual yang signifikan bagi seluruh umat Muslim.

Pendakwah Yahya Zainul Ma'arif menjelaskan bahwa keutamaan terbesar bulan Zulhijah terletak pada sepuluh hari pertamanya. Pada periode ini, berkumpul berbagai ibadah besar yang tidak ditemukan secara bersamaan di bulan lainnya sepanjang tahun.

"Kalau 10 awal Zulhijah lihat ada haji ada kurban ada puasa, puasa Arafah ada, salat juga ada, makanya kelebihan 10 (hari) awal Zulhijah adalah di situ tersimpulkan semua ibadah yang bertebaran di sepanjang satu tahun tersimpulkan di 10 awal Zulhijah. Bahkan lebih dari itu, ada amalan yang hanya adanya di awal 10 (hari) Zulhijah, haji sama menyembelih kurban kemudian di situ juga ada puasa," ujar Yahya Zainul Ma'arif.

Keagungan sepuluh hari awal Zulhijah juga ditegaskan dalam hadits riwayat Bukhari, yang menunjukkan tingginya nilai amal kebajikan pada waktu tersebut. "Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai oleh Allah untuk beramal kebajikan melebihi dari 10 hari awal Zulhijah," sabda Nabi Muhammad SAW.

Sahabat kemudian bertanya mengenai jihad, dan Rasulullah SAW menjawab, "Jihad pun tidak bisa menyamainya, kecuali seseorang keluar berjihad dengan membawa harta dan nyawanya lalu ia tidak kembali lagi," (HR Bukhari).

Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk mengintensifkan zikir, seperti tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di hadapan Allah dan lebih dicintai oleh Allah untuk melakukan amal kebajikan melebihi dari hari-hari di 10 awal Zulhijah. Maka perbanyaklah membaca tahlil, tahmid, tasbih, dan takbir," (HR. Ahmad).