JAKARTAHYPE.COM - Kisah menyentuh datang dari seorang wanita bernama Claire Hobson yang menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap hewan peliharaannya yang telah tiada, menjadikannya sebuah praktik yang cukup tidak lazim di mata publik. Ia memutuskan untuk membuat tato eyeliner permanen dengan menggunakan abu kremasi dari anjing kesayangannya sebagai salah satu bahan tintanya.
Keputusan ekstrem ini terungkap saat Claire Hobson menjadi bintang tamu dalam acara bincang-bincang populer di Inggris, This Morning. Momen ini menjadi sorotan karena tindakannya dianggap sebagai cara yang sangat personal dan unik untuk mengenang ikatan mendalamnya dengan sang hewan.
Claire menjelaskan bahwa ide gila ini muncul secara spontan ketika ia sedang dalam perjalanan untuk mengambil abu anjingnya yang bernama Patch, bertepatan dengan jadwal janji temu untuk membuat tato eyeliner permanen. Rasa kehilangan yang mendalam mendorongnya mencari cara agar kenangan bersama Patch tidak hilang.
Karena ia berencana pindah dari Amerika Serikat ke Dubai, Claire merasa enggan memasukkan abu anjingnya ke dalam koper perjalanan. Hal inilah yang kemudian memicu pemikiran tak terduga mengenai bagaimana ia bisa membawa serta kenangan Patch.
"Jadi aku berpikir kenapa tidak menjadikannya untuk tato eyeliner. Aku yakin ada orang yang membuat tato tubuh dengan abu orang tercinta. Jadi kenapa aku tidak memasukkan (abu-red) ke eyeliner-ku saja," ungkap Claire Hobson, sebagaimana dikutip dari People.
Setibanya di studio tato, Claire langsung menyampaikan permintaan spesifiknya kepada seniman tato mengenai pencampuran abu Patch ke dalam tinta yang akan digunakan. Menariknya, permintaan aneh tersebut dipahami oleh sang seniman tato karena ia juga baru saja mengalami kehilangan hewan peliharaan.
Claire menegaskan bahwa tindakannya ini murni merupakan ekspresi cinta tertinggi untuk Patch, anjing yang telah menemaninya selama dua dekade. Ia mengenang kesetiaan yang tak bersyarat dari sahabat berkaki empat tersebut.
"Anjing itu setia, konsisten, selalu ada setiap hari, dan mereka menyambutmu dengan ciuman saat pulang kerja. Itu bentuk cinta yang paling murni. Tidak ada niat buruk atau manipulasi. Mereka bahagia melihatmu setiap hari selama 20 tahun," kenang Claire mengenai Patch, seperti yang dikutip dari People.
Meskipun ada dukungan dari sebagian besar orang yang mengerti perasaannya, Claire mengakui bahwa keluarganya memberikan reaksi yang sangat berbeda terhadap keputusannya tersebut. "Hanya saja keluargaku menganggap dirinya 'benar-benar gila,'" ujarnya.