JAKARTAHYPE.COM - Kolagen merupakan protein struktural fundamental yang memegang peranan krusial dalam menjaga integritas dan kekencangan kulit manusia. Jika diibaratkan sebuah bangunan, kolagen berfungsi sebagai tiang penyangga utama yang memastikan struktur kulit tetap kokoh dan tidak mengalami penurunan kualitas.
Secara alami, kolagen menyumbang sekitar 75 persen dari lapisan dermis kulit, memberikan kepadatan dan elastisitas yang membuat kulit terasa kenyal saat disentuh. Keseimbangan kolagen inilah yang membuat kulit tampak kencang dan sehat secara alami.
Ketika kadar kolagen menurun, kulit kehilangan fondasi alaminya, mengakibatkan tekstur menjadi kendur dan volume wajah perlahan berkurang. Kondisi ini merupakan proses alami yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal sepanjang waktu.
Dilansir dari Vogue, para ahli menjelaskan peran vital protein ini dalam menjaga kondisi kulit. "Kolagen adalah protein struktural yang melimpah dalam tubuh manusia dan memainkan peran sentral dalam menjaga integritas, kekencangan, dan elastisitas kulit," kata dokter estetika Sophie Shotter, MD.
Selain fungsi struktural, kolagen juga bertindak seperti spons yang efektif dalam mengunci kelembapan dalam jaringan kulit. Fungsi hidrasi ini sangat penting agar kulit tetap terlihat segar, bercahaya, dan terhidrasi dengan baik sepanjang hari.
Lebih lanjut, kolagen juga berperan penting dalam mekanisme perbaikan alami kulit, terutama setelah mengalami cedera atau terpapar polusi lingkungan. Kemampuan regenerasi ini sangat bergantung pada ketersediaan kolagen yang memadai di lapisan kulit.
Sayangnya, produksi kolagen mulai menurun drastis setelah seseorang mencapai usia 25 tahun, di mana cadangan kolagen diperkirakan berkurang sekitar 1 persen setiap tahunnya, menurut informasi dari Vogue. Penurunan ini menyebabkan kulit menjadi kurang lentur, pori-pori cenderung membesar, dan kerutan mulai tampak.
Apoteker Mercedes Abarquero Cerezo mengidentifikasi beberapa faktor eksternal yang dapat mempercepat degradasi kolagen alami dalam tubuh. Faktor-faktor tersebut mencakup paparan sinar matahari berlebih, pola diet yang kurang mendukung, tingkat stres tinggi, serta perubahan hormonal signifikan seperti yang dialami wanita saat menopause.
Salah satu tanda utama berkurangnya kolagen adalah menurunnya elastisitas kulit akibat melemahnya jaringan ikat yang tidak mampu kembali ke bentuk semula. Hal ini seringkali terlihat sebagai kulit yang tampak bergelambir di area rahang, pipi, atau leher.