JAKARTAHYPE.COM - Jerawat, yang umumnya diasosiasikan dengan wajah, dada, atau punggung, ternyata juga dapat muncul di area telinga, baik pada daun maupun liang telinga. Benjolan kecil yang seringkali menimbulkan rasa nyeri ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan signifikan, khususnya ketika penderitanya mencoba menyentuh area tersebut, menggunakan alat bantu dengar, atau bahkan saat tidur menyamping. Meskipun sering dianggap masalah remaja, kemunculan jerawat di telinga merupakan fenomena yang umum terjadi pada berbagai usia.
Pembentukan jerawat terjadi ketika pori-pori kulit mengalami penyumbatan oleh kombinasi minyak alami kulit (sebum), sel-sel kulit mati yang terlepas, dan akumulasi bakteri. Penyumbatan ini kemudian memicu respons peradangan yang bermanifestasi sebagai benjolan kemerahan, kadang disertai dengan keluarnya nanah.
Pada area telinga, terutama di liang telinga bagian luar, terdapat folikel rambut serta kelenjar penghasil minyak dan serumen (kotoran telinga). Peningkatan produksi minyak atau kurangnya kebersihan pada area tersebut dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan memicu pembentukan jerawat.
Dikutip dari Healthline, terdapat beberapa kebiasaan atau kondisi yang meningkatkan risiko timbulnya jerawat di telinga. Faktor utama termasuk penumpukan minyak berlebih yang bercampur dengan sel kulit mati, menciptakan lingkungan ideal bagi pembentukan sumbatan.
Selain itu, bakteri dapat masuk ke dalam telinga melalui tangan yang tidak bersih atau benda-benda yang jarang dibersihkan. "Kebiasaan memasukkan jari ke telinga dengan tangan yang tidak bersih dapat memindahkan kotoran dan bakteri," jelas sumber tersebut mengenai salah satu pemicu masuknya mikroorganisme berbahaya.
Risiko juga meningkat akibat penggunaan perangkat audio seperti earphone dan headphone yang jarang dibersihkan, karena benda tersebut menjadi tempat berkumpulnya bakteri, minyak, dan keringat. Faktor internal seperti stres dan fluktuasi hormon—misalnya saat pubertas, menstruasi, atau kehamilan—juga dapat memicu peningkatan produksi sebum.
Gejala yang dirasakan umumnya meliputi rasa nyeri saat disentuh atau saat menggunakan earbud, dan kadang terlihat titik putih atau nanah di tengah benjolan. Jika benjolan membesar, sangat sakit, dan penuh nanah, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi bisul.
Sangat penting untuk menahan diri agar tidak memencet jerawat di telinga. Menekan jerawat dapat mendorong bakteri dan nanah masuk lebih dalam ke jaringan kulit, yang berakibat pada peradangan yang semakin parah, rasa nyeri meningkat, dan risiko meninggalkan bekas luka permanen.