JAKARTAHYPE.COM - Kopi telah menjelma menjadi komoditas global yang sangat lekat dengan rutinitas harian masyarakat di berbagai belahan dunia. Minuman ini sering diasosiasikan dengan vitalitas dan produktivitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Namun, persepsi umum mengenai negara dengan konsumsi kopi tertinggi dunia seringkali meleset dari kenyataan. Negara-negara yang dikenal sebagai produsen kopi terbesar atau memiliki rantai kedai kopi yang masif ternyata tidak menempati posisi teratas.
Fakta menarik ini terungkap melalui analisis data konsumsi kopi per kapita terbaru yang telah dihimpun. Data ini memberikan gambaran akurat mengenai seberapa besar porsi kopi yang dikonsumsi oleh rata-rata penduduk di suatu negara.
Menurut data yang dikumpulkan oleh World Atlas pada bulan Mei 2026, peringkat teratas didominasi oleh kawasan Eropa Utara. Pengukuran ini secara spesifik mengacu pada data konsumsi per kapita yang disediakan oleh International Coffee Organization.
"Negara-negara Nordik di Eropa Utara justru mendominasi daftar peminum kopi terbanyak di dunia," ujar perwakilan dari analisis data tersebut, mengacu pada temuan mereka.
Negara-negara Nordik, yang meliputi wilayah Skandinavia dan sekitarnya, menunjukkan angka konsumsi yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kopi telah menjadi bagian integral dari budaya mereka.
Bagi masyarakat lokal di kawasan tersebut, kopi bukan sekadar stimulan untuk menghilangkan rasa kantuk di pagi hari. Kopi telah bertransformasi menjadi sebuah ritual sosial yang mengakar kuat dalam kehidupan mereka.
Tradisi minum kopi di negara-negara Nordik ini diperkirakan telah berlangsung dan mengakar selama ratusan tahun lamanya. Kebiasaan ini mencerminkan nilai komunal yang tinggi dalam interaksi sosial mereka.
Dilansir dari World Atlas, data tersebut memberikan perspektif baru mengenai tren konsumsi minuman berkafein ini secara global. Italia, yang sering diasosiasikan dengan budaya kopi yang kental, rupanya tidak berada di puncak daftar ini.