JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kejadian unik menarik perhatian publik di media sosial setelah seorang pengunjung membagikan pengalamannya saat menyantap hidangan laut di sebuah rumah makan ternama di Singapura. Kejadian ini menjadi perbincangan hangat karena nominal harga yang harus dibayar untuk seporsi hidangan tertentu.
Peristiwa ini berpusat pada hidangan bihun kepiting yang dipesan oleh pengunjung tersebut di salah satu restoran seafood paling ikonik di kawasan Geylang. Setelah menikmati hidangan tersebut, pelanggan tersebut terkejut saat melihat rincian tagihan yang harus dibayarkan.
Secara spesifik, harga untuk seporsi bihun kepiting tersebut mencapai SGD 294. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, nominal tersebut setara dengan lebih dari Rp4,1 juta.
Pengalaman mengejutkan ini kemudian dibagikan oleh pengunjung tersebut melalui platform video pendek TikTok. Unggahan tersebut segera menjadi viral dan menarik perhatian luas dari para pengguna internet di Indonesia maupun Singapura.
Meskipun harganya dinilai sangat fantastis dan mahal oleh banyak netizen, beberapa komentar juga menyebutkan bahwa rasa hidangan yang disajikan di restoran tersebut memang luar biasa enak. Hal ini menunjukkan adanya pertimbangan antara harga tinggi dan kualitas rasa yang ditawarkan oleh rumah makan tersebut.
Dikutip dari AsiaOne, insiden ini terjadi ketika pelanggan tersebut mengunjungi Sin Huat Eating House. Restoran ini dikenal sebagai salah satu rumah makan seafood legendaris yang telah beroperasi sejak tahun 1979.
Restoran Sin Huat Eating House sendiri berlokasi di kawasan Geylang, Singapura. Lokasi ini memang terkenal sebagai pusat kuliner legendaris yang kerap dikunjungi wisatawan maupun warga lokal untuk mencari hidangan laut otentik.
Pengunjung tersebut mengungkapkan keterkejutannya mengenai tagihan yang harus dibayar tersebut melalui unggahan videonya. "Pengunjung ini terkejut setelah lihat harganya sampai SGD 294 atau setara lebih dari Rp4,1 juta!" narasi tersebut mengiringi video yang dibagikan.
Informasi mengenai harga fantastis ini pertama kali diangkat oleh AsiaOne pada tanggal 1 Juli 2026. Berita ini kemudian menyebar luas dan memicu diskusi mengenai standar harga makanan premium di Singapura.