JAKARTAHYPE.COM - Ketiak yang terasa gatal seringkali mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari dan dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri seseorang. Walaupun kondisi ini sering diasumsikan hanya disebabkan oleh penumpukan keringat biasa, rasa tidak nyaman tersebut sebenarnya bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan spesifik yang memerlukan penanganan medis yang akurat.

Area ketiak memiliki karakteristik anatomi yang unik karena posisinya yang tersembunyi, rentan terhadap gesekan, dan cenderung memiliki kelembapan tinggi. Hal ini menciptakan banyak potensi timbulnya berbagai permasalahan kulit di area lipatan tersebut.

"Ada banyak peluang untuk terjadinya masalah," kata Profesor dan Chair of Dermatology di George Washington School of Medicine, dr. Adam Friedman, saat berbicara kepada Today, Rabu (20/5/2026).

Dokter spesialis kulit di Weill Cornell Medicine, dr. Jack Levy, menambahkan bahwa kulit di area ketiak cenderung memiliki lapisan yang lebih tipis dan lebih sensitif. Selain itu, area ini juga terpapar oleh berbagai zat eksternal secara terus-menerus.

Pertanda paling umum dari rasa gatal pada ketiak adalah dermatitis kontak iritan, yaitu peradangan yang merusak fungsi pelindung alami kulit. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai zat yang bersentuhan langsung dengan area tersebut setiap hari.

Faktor pemicu iritasi ini meliputi gesekan dari pakaian yang terlalu ketat saat berolahraga, sisa detergen yang tertinggal pada serat pakaian, sabun mandi, hingga penggunaan produk pencerah ketiak yang marak beredar.

"Siapa pun bisa terkena ruam ini sebagai respons terhadap zat eksternal atau zat yang dibuat secara internal," jelas dr. Friedman mengenai dermatitis kontak iritan.

Berbeda dengan iritasi biasa, reaksi alergi spesifik menandakan bahwa sistem imun tubuh bereaksi secara khusus terhadap zat alergen tertentu. Reaksi ini memicu peradangan lambat yang manifestasinya berupa ruam dalam rentang waktu belasan hingga puluhan jam setelah terpapar.

"Hanya orang-orang yang (kulitnya) peka (sensitif) terhadap suatu zat yang mengalaminya. Biasanya ini berupa ruam yang sangat gatal dan mirip keracunan tanaman," ujar dr. Friedman menggarisbawahi perbedaan reaksi alergi.