JAKARTAHYPE.COM - Banyak wanita yang sedang mengandung melaporkan pengalaman tidur yang mengejutkan, di mana mimpi romantis atau sensual terasa begitu hidup dan intens. Intensitas mimpi ini bahkan sering membuat mereka terbangun dari tidur lelap mereka.
Fenomena mimpi seksual yang intens ini merupakan kejadian yang lazim terjadi selama kehamilan dan bukan merupakan hal yang perlu disesali atau dipermalukan. Mimpi tersebut bahkan dilaporkan bisa sangat eksplisit, seperti yang dikemukakan oleh seorang pakar.
"Anda bukan satu-satunya ibu hamil yang mengalami mimpi tentang pertemuan malam hari dengan mantan kekasih di kampus atau bahkan orang asing yang menarik. Mimpi seksual sangat umum terjadi selama kehamilan dan bisa sangat jelas. Beberapa wanita bahkan dilaporkan mengalami orgasme saat tidur," jelas Yvonne K. Fulbright, PhD, penulis buku Your Orgasmic Pregnancy: Little Sex Secrets Every HOT Mama Should Know dalam publikasi Parents.
Perubahan signifikan pada siklus istirahat menjadi salah satu faktor utama mengapa ibu hamil lebih mudah mengingat pengalaman tidur mereka. Hal ini terjadi karena sebelumnya, ingatan mimpi cenderung cepat hilang setelah terbangun.
Selain pola tidur yang berubah, fluktuasi hormon yang tinggi dan peningkatan sirkulasi darah dalam tubuh juga berkontribusi besar pada kondisi emosional dan respons fisik ibu hamil. Kondisi tubuh selama mengandung membuat mereka lebih sensitif terhadap stimulasi emosional maupun seksual.
"Kehamilan adalah fase yang sangat penting dalam kehidupan seseorang, dan ini sering menjadi waktu untuk refleksi diri yang mendalam," ujar dr. Fulbright.
Gambaran romantis atau memori dari masa lalu yang muncul dalam alam bawah sadar dapat berfungsi sebagai bentuk refleksi diri bagi wanita tersebut. Fase ini merupakan bagian dari proses emosional menjelang transisi menjadi seorang ibu.
Peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh selama kehamilan juga memicu sensasi fisik yang jauh lebih kuat dari biasanya. Dampaknya, visualisasi yang muncul dalam mimpi terasa sangat nyata dan sarat dengan emosi bagi ibu yang sedang mengandung.
Pengalaman bawah sadar ini terjadi sepenuhnya di luar kendali pikiran sadar, sehingga tidak mencerminkan hasrat tersembunyi atau realitas kehidupan nyata yang sedang dihadapi. Ibu hamil diimbau untuk tidak merasa bersalah atau menganggap kondisi ini sebagai hal yang memalukan.