JAKARTAHYPE.COM - Bagi para pelancong yang memiliki kecintaan mendalam terhadap kafein, pengalaman menikmati kopi di Vietnam menawarkan pilihan yang sangat spesifik dan terbatas. Umumnya, kedai kopi lokal hanya menyajikan dua varian utama untuk memuaskan hasrat minum kopi para pengunjung.

Pilihan mendasar tersebut berkisar antara kopi hitam atau kopi yang dicampur dengan susu kental manis. Kedua jenis minuman ini kemudian dapat disajikan dalam keadaan panas atau disajikan dingin menggunakan es batu, tergantung preferensi pelanggan.

Ketika melihat daftar menu, terminologi yang digunakan sering kali menjadi kunci untuk memahami pesanan. Misalnya, istilah 'ca phe sua da' memiliki makna harfiah yang sangat jelas dalam bahasa Vietnam.

Frasa tersebut secara harfiah dapat diterjemahkan menjadi kombinasi 'kopi' ditambah 'susu' dan 'es', yang mengacu pada kopi susu dingin yang sangat populer di negara tersebut.

Di sisi lain, jika pengunjung menginginkan sensasi yang lebih hangat dan tanpa tambahan pemanis susu, mereka perlu mencari istilah spesifik lainnya. Istilah 'ca phe den nong' adalah padanan yang tepat untuk kebutuhan tersebut.

'Ca phe den nong' ini merujuk pada minuman yang terdiri dari 'kopi' ditambah 'hitam' dan disajikan dalam kondisi 'panas', yaitu kopi hitam panas murni.

Minuman ikonik ini tidak hanya menjadi bagian dari budaya sehari-hari warga Vietnam, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi turis yang berkunjung ke berbagai sudut kota, termasuk area terkenal seperti Hanoi Train Street.

Pengaruh kolonialisme Prancis sangat terasa dalam tradisi minum kopi di Vietnam, membentuk dasar bagaimana minuman ini disiapkan dan dinikmati hingga saat ini.

Warisan budaya ini telah bertransformasi menjadi ciri khas gastronomi yang kini dikenal secara global, menarik minat para penikmat kopi dari seluruh dunia.