JAKARTA, JakartaHype.com – Sebelum bertransformasi menjadi megapolitan dengan gedung-gedung pencakar langit, Jakarta dikenal sebagai wilayah subur penghasil buah-buahan tropis. Kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi dua wilayah utama yang pernah menjadi pusat perkebunan buah legendaris di ibu kota.

Salah satu jejak sejarah yang masih bertahan hingga kini adalah Cagar Buah Condet (CBC) yang terletak di Jalan Kayu Manis, Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2007, kawasan ini menjadi benteng pelestarian buah khas Jakarta, yakni Salak Condet dan Duku Condet. Meski berada di tengah pemukiman padat, sebagian kecil kebun salak legendaris ini masih eksis. Berdasarkan data tahun 2017, tercatat sekitar 3.000 pohon salak masih bertahan di kawasan tersebut.

Bergeser ke Jakarta Selatan, terdapat Kebun Bibit Ciganjur di wilayah Jagakarsa yang telah berdiri sejak era 1960-an. Lahan seluas 13 hektar ini berfungsi sebagai pusat pembibitan berbagai jenis tanaman buah, mulai dari rambutan, jeruk, mangga, hingga durian. Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di sini adalah buah khas lokal, Alpukat Cipedak.

Sejarah perkebunan di Jakarta juga terekam dalam penamaan sejumlah wilayah. Kawasan Kebon Jeruk di Jakarta Barat, misalnya, dahulu merupakan area perkebunan jeruk yang luas dan subur peninggalan masa kolonial Belanda sebelum akhirnya berubah menjadi kawasan hunian. Begitu pula dengan wilayah Menteng di Jakarta Pusat. Pada abad ke-18, wilayah elite ini merupakan area perkebunan yang didominasi oleh pohon buah menteng.

Meskipun lahan terbuka hijau di Jakarta semakin menyempit akibat pesatnya pembangunan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mempertahankan lokasi-lokasi tersebut. Saat ini, sisa-sisa perkebunan tersebut dialihfungsikan sebagai cagar buah dan destinasi agroeduwisata untuk mengedukasi generasi muda mengenai kekayaan hayati asli Jakarta.