JAKARTAHYPE.COM - Menjelang perayaan Hari Suci Waisak 2570 Tahun Buddha pada Minggu (31/5/2026), kawasan Candi Borobudur menawarkan pemandangan spiritual yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Perubahan signifikan ini melibatkan penataan ulang artefak penting yang menarik perhatian umat Buddha dan wisatawan.
Perbedaan utama terletak pada pemindahan salah satu artefak paling legendaris di kompleks tersebut, yaitu Arca Buddha yang Belum Selesai. Arca ini dikenal oleh masyarakat lokal dengan sebutan akrab "Mbah Belet".
Artefak yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual mendalam ini tidak lagi berada di dalam ruang tertutup Museum Karmawibhangga. Keputusan pemindahan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi para peziarah yang datang.
Kini, Mbah Belet telah ditempatkan di kawasan terbuka zona utama Candi Borobudur sebagai ruang spiritual baru. Pemindahan ini menjadikan area tersebut sebagai titik fokus baru dalam rangkaian kegiatan Waisak tahun ini.
Secara spesifik, penempatan baru Mbah Belet berada di Lapangan Kenari, tepatnya di Zona 1 kawasan Candi Borobudur. Lokasi ini dipilih karena dianggap strategis untuk diakses oleh para peziarah.
Arca tersebut kini berdiri di antara dua pohon kenari yang rindang, menciptakan suasana yang lebih sakral dan terbuka untuk kontemplasi. Penempatan di area terbuka ini diharapkan dapat meningkatkan suasana peribadatan.
Lapangan Kenari tersebut kini berfungsi ganda, tidak hanya sebagai pusat peribadatan umat Buddha dari berbagai daerah dan negara, tetapi juga sebagai titik meditasi dan doa. Hal ini dilakukan menjelang puncak perayaan Waisak.
Dilansir dari sumber berita, Arca Buddha yang Belum Selesai atau Mbah Belet kini tidak lagi berada di dalam Museum Karmawibhangga. Artefak legendaris tersebut kini ditempatkan di kawasan terbuka Borobudur menjelang Waisak 2026.
Perayaan Hari Suci Waisak 2570 Tahun Buddha di Candi Borobudur tahun ini menyuguhkan nuansa yang berbeda karena adanya ruang spiritual baru yang menjadi perhatian para peziarah, yaitu Arca Buddha yang Belum Selesai atau Mbah Belet, menurut pemberitaan sebelumnya.