JAKARTAHYPE.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan internasional mengenai perpisahan pasangan selebriti Pete Davidson dan Elsie Hewitt. Keduanya dilaporkan telah resmi mengakhiri hubungan asmara mereka setelah kurang lebih satu tahun bersama.

Perpisahan ini terjadi hanya lima bulan setelah pasangan tersebut menyambut kelahiran putri pertama mereka, Scottie Rose, pada bulan Desember 2025 lalu. Momen ini menjadi titik balik dalam hubungan yang sempat berjalan cepat sejak awal.

Dilansir dari Popbela, salah satu faktor utama yang menyebabkan keretakan hubungan ini adalah jadwal kerja Pete Davidson yang sangat padat. Kesibukan sang komedian seringkali membuatnya harus bepergian jauh demi menafkahi keluarga.

Di sisi lain, Elsie Hewitt menghadapi tantangan besar dalam masa pemulihan pasca melahirkan yang sangat membutuhkan dukungan emosional. Kebutuhan akan sistem pendukung ini menjadi semakin mendesak saat Pete harus fokus pada pekerjaannya di luar kota.

Sebagai contoh, Pete Davidson terlihat menghadiri acara spesial Netflix Is a Joke di Los Angeles pada tanggal 9 Mei 2026. Sementara itu, Elsie harus tetap berada di kediaman mereka di Brooklyn, New York, mengurus putri mereka.

Hubungan mereka diketahui dimulai secara privat pada Januari 2025 dan diumumkan ke publik pada Maret 2025, menunjukkan bahwa mereka bergerak cukup cepat. Namun, sumber menyebutkan bahwa masalah intens sudah mulai muncul sejak Elsie masih dalam masa kehamilan.

Kondisi finansial dan persiapan masa depan juga diduga menjadi pertimbangan, terbukti dari langkah Pete Davidson yang menjual beberapa propertinya bulan lalu. Aset yang dilepas termasuk rumah di Upstate dan apartemen di Staten Island, yang diduga untuk mengumpulkan dana.

Meskipun hubungan romantis telah berakhir, Pete dan Elsie menegaskan komitmen bersama untuk fokus pada metode co-parenting. Mereka sepakat bahwa pengasuhan Scottie Rose akan menjadi prioritas utama mereka ke depan.

Elsie Hewitt sempat mengungkapkan perasaannya melalui media sosial mengenai kesulitan yang dihadapinya sebagai ibu tunggal, yang kemudian memicu spekulasi publik mengenai tanggung jawab pengasuhan yang dipikulnya sendiri.