JAKARTAHYPE.COM - Apple dilaporkan melancarkan strategi agresif di tengah isu kelangkaan komponen memori yang melanda industri teknologi global belakangan ini. Langkah ini bertujuan memastikan dominasi pasar sekaligus menjegal laju para pesaing utamanya.
Taktik utama yang digunakan raksasa teknologi asal Cupertino ini adalah memborong sebanyak mungkin persediaan DRAM yang tersedia di pasar global saat ini. Upaya ini dilakukan untuk membatasi ketersediaan komponen krusial tersebut bagi kompetitor.
Menurut analisis dari Ming Chi Kuo, analis dari TF Securities, Apple memiliki kapasitas untuk menyerap kenaikan biaya memori tersebut dibandingkan pesaingnya. Ia menilai, strategi ini memungkinkan Apple memperluas pangsa pasarnya saat pasokan global masih terganggu.
Klaim ini sejalan dengan informasi yang bersumber dari Korea Selatan, di mana Apple diduga membeli hampir seluruh stok DRAM yang ada di pasaran. Informasi ini dikutip dari Tech Spot, Senin (6/4/2026).
Sumber anonim tersebut menjelaskan bahwa pembelian komponen memori ini dilakukan dengan harga yang sangat mahal. Apple tetap melanjutkan upayanya ini meski harus menerima konsekuensi berupa potensi pemangkasan laba operasional perusahaan.
Tech Spot mencatat bahwa jika laporan mengenai manuver ini benar, ini akan menjadi salah satu langkah agresif dalam pengelolaan rantai pasokan yang dilakukan Apple dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, CEO Apple, Tim Cook, sendiri telah menyoroti adanya kendala signifikan terkait biaya memori dan keterbatasan kapasitas node canggih yang diproduksi oleh TSMC, termasuk untuk teknologi 3nm.
Dampak dari strategi gencar Apple ini dilaporkan mulai terasa pada ekosistem pemasok chip. MediaTek dan Qualcomm disebut telah mengurangi estimasi pengiriman chip mobile 4nm mereka sekitar 15 hingga 20 juta unit atau setara 20 ribu hingga 30 ribu wafer.
Pengurangan pengiriman ini disebabkan oleh kenaikan biaya memori yang signifikan, sementara permintaan pasar menunjukkan adanya pelemahan. Perlambatan ini paling berdampak pada produsen smartphone yang sangat bergantung pada chip untuk perangkat kelas menengah dan bawah.