JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden keamanan siber yang signifikan baru-baru ini terjadi di Singapura, melibatkan seorang mantan karyawan yang melakukan sabotase terhadap infrastruktur teknologi perusahaan. Insiden ini menyoroti kerentanan keamanan yang timbul setelah pemutusan hubungan kerja.

Peristiwa ini berpusat pada tindakan balas dendam yang dilakukan oleh Kandula Nagaraju, seorang ahli teknologi asal India berusia 39 tahun. Ia terbukti secara ilegal mengakses dan merusak basis data perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya.

Tindakan kriminal ini dilakukan terhadap NCS, sebuah firma terkemuka yang menyediakan layanan teknologi di Singapura. Motif utama di balik peretasan ini adalah dendam pribadi setelah masa kerjanya berakhir.

Pelaku berhasil melancarkan aksinya dengan memanfaatkan celah keamanan yang masih terbuka. Secara spesifik, ia menggunakan kredensial akses lama yang seharusnya sudah dicabut oleh perusahaan usai pemutusan kontrak.

Sabotase yang dilakukan sangat masif, menargetkan sebanyak 180 server virtual milik perusahaan tersebut. Kerugian finansial yang diakibatkan oleh perusakan sistem ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, insiden kejahatan siber yang didorong oleh motif balas dendam baru-baru ini mengguncang dunia teknologi di Singapura. Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi industri teknologi mengenai manajemen akun pasca-pemutusan hubungan kerja.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa seorang mantan tenaga ahli teknologi asal India, Kandula Nagaraju (39 tahun), terbukti secara ilegal meretas basis data internal perusahaan tempatnya bekerja. Hal ini menunjukkan adanya kelalaian dalam proses penonaktifan akses.

Tindakan sabotase ini dilakukan setelah masa kerjanya di NCS, sebuah firma penyedia layanan teknologi yang berbasis di Singapura, berakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa akses lama tidak segera dieliminasi setelah ia tidak lagi menjadi staf aktif.

Pelaku memanfaatkan celah keamanan berupa kredensial lama yang belum dicabut oleh perusahaan. Kelemahan dalam prosedur offboarding digital ini dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan perusakan sistem.