JAKARTAHYPE.COM - Lima kasus baru infeksi Mpox atau cacar monyet baru-baru ini dikonfirmasi terjadi di Hong Kong, memicu kewaspadaan dari otoritas kesehatan setempat. Semua kasus yang teridentifikasi memiliki benang merah yang sama, yaitu pernah mengunjungi sebuah fasilitas bernama Hutong.

Hutong, yang berlokasi di Mong Kok, diketahui merupakan sauna dan pusat kebugaran yang dikenal sebagai tempat berkumpul komunitas tertentu. Menurut informasi dari Centre for Health Protection (CHP) Hong Kong pada Selasa (9/6), kelima individu ini terbukti memiliki kaitan epidemiologis dengan penularan di lokasi tersebut.

Individu-individu yang terjangkit ini dilaporkan tidak saling mengenal satu sama lain sebelumnya. Namun, mereka semua dilaporkan terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi dengan orang asing ketika berada di dalam fasilitas Hutong tersebut.

Akibat temuan ini, pihak pengelola memutuskan untuk menutup sementara Hutong guna mencegah potensi penularan lebih lanjut. Penutupan ini merupakan langkah cepat untuk merespons penyebaran virus yang terdeteksi di antara pengunjung.

CHP Hong Kong menyatakan komitmen mereka untuk terus memantau secara intensif setiap individu yang tercatat mengunjungi Hutong pada atau setelah tanggal 1 Mei. Pemantauan ini mencakup edukasi kesehatan yang komprehensif serta pengawasan medis berkelanjutan terhadap mereka.

Lebih lanjut, CHP kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada kelompok sasaran yang dianggap berisiko tinggi untuk segera mengambil langkah vaksinasi Mpox. Masyarakat umum juga diimbau untuk menjaga jarak dan menghindari kontak fisik yang terlalu dekat dengan siapa pun yang diduga menunjukkan gejala terinfeksi Mpox.

Salah satu kasus melibatkan seorang pria berusia 58 tahun, yang mengetahui adanya kasus Mpox terkonfirmasi di Hutong, yang terletak di Jalan Shanghai, Mong Kok. Pria ini diketahui mengunjungi Hutong pada tanggal 23 Mei dan sempat melakukan kontak dengan salah satu individu berisiko tinggi di sana.

Gejala ruam mulai muncul pada bagian bawah tubuhnya pada tanggal 3 Juni, yang kemudian mendorongnya mencari pertolongan medis di Yau Ma Tei Integrated Treatment Centre (YMTITC) pada 5 Juni. Dokter memutuskan untuk mengambil sampel darinya, dan hasil uji laboratorium oleh fasilitas milik CHP mengonfirmasi positif virus monkeypox.

"CHP telah mengatur agar ia menerima perawatan isolasi di Princess Margaret Hospital dan saat ini pasien tersebut dilaporkan dalam kondisi stabil," jelas salah satu pernyataan resmi dari otoritas kesehatan tersebut.