JAKARTAHYPE.COM - Diabetes, yang dahulu diasosiasikan dengan kelompok lansia, kini menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan semakin banyaknya kasus ditemukan pada usia muda, bahkan pada anak-anak di Indonesia. Perubahan signifikan dalam gaya hidup modern disebut oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sebagai salah satu faktor utama pendorong lonjakan prevalensi ini.

Secara global, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah pengidap diabetes tertinggi di dunia, diperkirakan melebihi 20 juta penduduk dengan prevalensi mencapai 11,3 persen. Angka ini menunjukkan skala tantangan kesehatan serius yang tengah dihadapi oleh bangsa.

Data menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, terutama pada kelompok usia muda, di mana kasus diabetes pada anak dilaporkan telah meningkat hingga 70 kali lipat dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Selain itu, jumlah penderita diabetes di kelompok usia produktif di bawah 40 tahun juga terus menunjukkan peningkatan yang konsisten.

Diabetes adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah menjadi terlalu tinggi, atau hiperglikemia. Kondisi ini muncul karena kegagalan pankreas memproduksi insulin yang cukup, atau karena tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin yang ada secara efektif.

Glukosa berfungsi sebagai sumber energi vital bagi semua sel tubuh, yang diperoleh dari makanan dan minuman berkarbohidrat, dan dibawa melalui aliran darah. Agar glukosa dapat memasuki sel, dibutuhkan hormon insulin dari pankreas yang bertindak sebagai 'kunci' pembuka gerbang sel.

Jika terjadi kekurangan insulin atau resistensi insulin, glukosa akan menumpuk dalam darah, memicu kondisi hiperglikemia yang jika dibiarkan dapat memicu komplikasi berat seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, hingga gangguan fungsi ginjal.

Dilansir dari Times of India, terdapat delapan gejala diabetes “tak biasa” yang sering muncul pada anak muda dan sering kali terlewatkan. Salah satu gejalanya adalah munculnya bercak gelap pada area lipatan tubuh seperti leher atau ketiak, yang dikenal sebagai akantosis nigrikans dan sering dikaitkan dengan resistensi insulin.

Gejala lain yang bisa muncul adalah perubahan suasana hati mendadak, rasa mudah tersinggung, atau kesedihan yang tidak jelas penyebabnya, yang diyakini berkaitan dengan fluktuasi kadar glukosa dalam darah. Selain itu, munculnya sugar craving atau keinginan kuat mengonsumsi gula meski sudah makan, menandakan insulin mungkin tidak bekerja optimal.

Peningkatan gula darah juga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur, menyebabkan infeksi jamur berulang atau rasa gatal yang tidak dapat dijelaskan, terutama di area lembap, yang pada usia muda sering dianggap masalah kulit biasa. Selain itu, penglihatan kabur sementara yang datang dan pergi juga merupakan indikasi bahwa bentuk lensa mata terpengaruh oleh fluktuasi glukosa.