JAKARTAHYPE.COM - Jejak digital, yang merupakan kumpulan data aktivitas daring pengguna, kini menjadi aset berharga bagi para pengiklan. Data ini mencakup situs yang dikunjungi, lokasi, hingga kebiasaan personal yang digunakan untuk menyusun profil target pemasaran.
Aktivitas di internet meninggalkan jejak yang rentan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab, termasuk penjahat siber yang bisa menargetkan korban melalui data tersebut. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam berselancar di dunia maya menjadi sangat penting bagi setiap pengguna.
Dilansir dari CNBC Indonesia, jika pengguna merasa tidak nyaman atas deteksi jejak digital mereka, terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan untuk menghapusnya secara proaktif. Metode-metode ini bertujuan meminimalkan paparan data pribadi di ranah digital.
Salah satu langkah dasar adalah memanfaatkan fitur penjelajahan pribadi seperti mode Incognito pada peramban. Mode ini dirancang agar aplikasi tidak merekam situs yang dikunjungi atau menyimpan kata kunci pencarian pengguna.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan mode Incognito tidak menjamin pengguna lolos dari semua bentuk pengawasan. Sebagai contoh, ketika pengguna masuk ke akun media sosial seperti Facebook, platform tersebut tetap dapat merekam aktivitas yang dilakukan di dalamnya.
Untuk mengatasi pelacakan oleh Penyedia Layanan Internet (ISP), pengguna disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan Virtual Private Network (VPN) saat mengakses internet. Penggunaan VPN membantu menyamarkan identitas dan lokasi pengguna dari pemantauan jaringan.
Selain itu, penting bagi pengguna untuk secara berkala memeriksa apakah data mereka pernah terlibat dalam insiden kebocoran data, mengingat banyak kasus yang menimpa platform besar seperti Yahoo dan Adobe belakangan ini. Pengguna dapat memanfaatkan laman Have I Been Pwned? untuk melakukan verifikasi data.
"Anda bisa menggunakan laman Have I Been Pwned? untuk mengetahui apakah data telah bocor," demikian disebutkan dalam artikel tersebut. Pengguna hanya perlu memasukkan alamat e-mail yang digunakan untuk melihat riwayat kebocoran yang pernah menimpa akun tersebut.
Menghapus cookie adalah cara efektif lain untuk membatasi pelacakan oleh situs web, memastikan tidak ada lagi entitas yang dapat melacak aktivitas penjelajahan pengguna. Proses penghapusan cookie ini dapat dilakukan pada semua peramban populer, termasuk Chrome dan Firefox.