JAKARTAHYPE.COM - Saham perusahaan teknologi raksasa, Nvidia (NASDAQ: NVDA) dan Arm Holdings (NASDAQ: ARM), mengalami kenaikan signifikan pada hari Senin. Kenaikan ini terjadi setelah kedua perusahaan tersebut mengumumkan peluncuran prosesor komputer baru yang dinilai membawa perubahan besar di industri.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026, sekitar pukul 10:57 AM GMT+7, berdasarkan catatan dari Joe Tenebruso dari The Motley Fool. Kenaikan saham Nvidia mencapai +6.26%, sementara saham Arm melonjak lebih tinggi lagi hingga +15.73% pada hari tersebut.
Nvidia, yang sebelumnya mendominasi pasar unit pemrosesan grafis (GPU) untuk pusat data kecerdasan buatan (AI), kini mengalihkan fokusnya untuk menjadi pemain utama dalam desain unit pemrosesan pusat (CPU) untuk komputer pribadi (PC). Langkah ini menandai ambisi baru perusahaan di pasar yang berbeda.
Peluncuran prosesor baru tersebut, yang diberi nama RTX Spark superchip, diumumkan secara resmi pada konferensi teknologi COMPUTEX di Taipei, Taiwan. Chip ini merupakan hasil kolaborasi antara GPU Blackwell milik Nvidia dan CPU Grace yang dikembangkan berdasarkan arsitektur milik Arm.
RTX Spark dirancang khusus melalui kerja sama dengan Microsoft untuk mendukung agen AI pada perangkat Windows. Chip ini diklaim memiliki efisiensi energi terdepan di industri, kecepatan memori tinggi, dan teknologi grafis berkinerja unggul.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menyampaikan pandangannya mengenai terobosan ini. "Tujuan kami adalah menghadirkan kecerdasan yang tak terbatas ke setiap rumah dan setiap meja kerja dengan Windows," ujar Satya Nadella. "RTX Spark menandai terobosan nyata menuju visi tersebut," tambahnya.
Perangkat komputer personal, termasuk laptop ultra-tipis dan PC desktop ringkas yang ditenagai oleh RTX Spark, dijadwalkan akan mulai tersedia di pasaran pada musim gugur tahun ini. Beberapa produsen besar seperti Dell, HP, Lenovo, dan ASUS telah mengonfirmasi partisipasinya.
CEO Nvidia, Jensen Huang, memperkirakan bahwa potensi pasar yang dapat dijangkau oleh perusahaan di segmen CPU ini mencapai nilai fantastis, yaitu sebesar $200 miliar. Untuk merebut pangsa pasar ini, Nvidia harus bersaing ketat dengan pemimpin industri saat ini, yaitu Intel dan Advanced Micro Devices (AMD).
Nvidia dinilai memiliki posisi kuat untuk menghadapi persaingan tersebut, berkat dominasi mereka di GPU, hubungan pelanggan yang sudah mapan, serta ekosistem pengembang yang berkembang pesat.