KARAWANG, JakartaHype.com – Seorang pemuka agama berinisial AP (42) menjadi sasaran amukan ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Aksi main hakim sendiri ini dipicu oleh dugaan perselingkuhan AP dengan seorang wanita yang telah bersuami.

Peristiwa ustadz  bermula ketika seorang pria berinisial D (55) mendapatkan informasi dari warga mengenai kecurigaan hubungan gelap istrinya, UM, dengan AP. Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, D memanggil AP ke kediamannya guna melakukan klarifikasi.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengonfirmasi kejadian tersebut. "Setibanya di rumah, korban (AP) dimintai klarifikasi oleh pihak keluarga terkait dugaan perselingkuhan tersebut," ujar Cep Wildan, Jumat (27/3/2026).

Dalam proses mediasi keluarga tersebut, AP dan UM akhirnya mengakui telah menjalin hubungan terlarang. Berdasarkan hasil interogasi pihak keluarga, keduanya mengaku telah melakukan hubungan intim lebih dari satu kali.

Namun, kabar pengakuan tersebut dengan cepat menyebar ke telinga warga sekitar. Dalam waktu singkat, ratusan orang mendatangi lokasi hingga situasi menjadi memanas. Massa yang emosional kemudian melakukan tindakan kekerasan secara spontan terhadap AP.

"Karena situasi tidak kondusif dan massa cukup banyak, terjadi aksi spontan berupa penganiayaan terhadap terlapor hingga mengalami luka-luka," tambah Cep Wildan.

Berdasarkan informasi di lapangan, AP sempat diikat di pos ronda sebelum dipukuli dan ditendang oleh massa yang geram atas perbuatannya.

Aparat dari Polsek Tirtajaya bersama TNI dan perangkat desa segera tiba di lokasi untuk meredam amukan warga. AP kemudian dievakuasi ke Mapolsek Tirtajaya guna menghindari risiko yang lebih fatal, sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Karawang untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah prosedural, mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengumpulan barang bukti. Meski demikian, dalam perkembangan terbaru, pihak keluarga dikabarkan memilih untuk menempuh jalur damai.