- JAKARTAHYPE.COM - Partai Bharatiya Janata (BJP) di Bengal Barat dilaporkan telah mengajukan keluhan resmi kepada pihak kepolisian setempat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dugaan adanya poster yang dianggap tidak sopan dan menghina menampilkan citra Perdana Menteri Narendra Modi.
Poster kontroversial tersebut diduga muncul di tengah gelombang protes terkait isu ujian masuk perguruan tinggi nasional, NEET. Unjuk rasa ini telah menarik perhatian publik dan berbagai reaksi dari kalangan politik di India.
Insiden ini terjadi di wilayah Bengal, sebuah negara bagian di India Timur yang memiliki dinamika politik yang cukup kompleks. Lokasi spesifik kemunculan poster tersebut menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Meskipun tidak ada tanggal pasti yang disebutkan, keluhan polisi ini diajukan sebagai reaksi cepat terhadap temuan poster tersebut. Waktu pengajuan keluhan menunjukkan urgensi yang dirasakan oleh BJP dalam menanggapi isu ini.
Inti dari keberatan BJP adalah persepsi bahwa poster tersebut sengaja dibuat untuk merendahkan martabat Perdana Menteri Narendra Modi. Mereka menganggapnya sebagai bentuk penghinaan yang tidak dapat ditoleransi dalam ranah politik.
"Kami telah mengajukan keluhan polisi terhadap Sreelekha Mitra atas penggunaan poster yang tidak pantas yang menampilkan Perdana Menteri," demikian pernyataan yang disampaikan oleh pihak BJP. Pernyataan ini menegaskan posisi mereka dalam kasus tersebut.
Perempuan yang disebut dalam keluhan polisi tersebut adalah Sreelekha Mitra, yang diduga memiliki keterkaitan dengan pembuatan atau penyebaran poster yang menjadi pokok permasalahan. Identitasnya menjadi sentral dalam investigasi yang sedang berjalan.
Tujuan utama BJP mengajukan keluhan adalah agar pihak kepolisian melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan hukum yang sesuai terhadap pihak yang bertanggung jawab. Mereka berharap ada sanksi yang diberikan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Poster ini menampilkan PM Modi dalam keadaan yang sangat tidak pantas dan menghina," ujar seorang juru bicara BJP, menekankan alasan di balik laporan polisi mereka. Pernyataan ini menggarisbawahi kekecewaan dan kemarahan partai.