JAKARTAHYPE.COM - Girl group bentukan HYBE dan Geffen Records, KATSEYE, baru-baru ini memicu gelombang perdebatan di kalangan netizen Korea terkait penampilan mereka menjelang jadwal tur konser dunia mendatang. Kontroversi ini muncul setelah perilisan materi promosi yang menampilkan konsep visual yang dianggap terlalu terbuka oleh sebagian publik.

Perdebatan ini berpusat pada poster resmi untuk 'Wildworld Tour' yang dirilis oleh agensi gabungan HYBE x Geffen Records pada hari Rabu, 13 Mei 2026. Dalam materi promosi tersebut, kelima anggota KATSEYE, yaitu Sophia, Daniela, Lara, Megan, dan Yoonchae, ditampilkan mengenakan busana yang menyerupai pakaian dalam atau lingerie.

Sorotan utama netizen Korea tertuju pada usia salah satu personel termuda grup tersebut, Yoonchae, yang diketahui baru menginjak usia legal 18 tahun. Usia Yoonchae ini menjadi titik perbandingan utama, mengingat anggota lainnya berusia antara 20 hingga 23 tahun.

Banyak pihak menilai bahwa busana yang dikenakan Yoonchae dalam poster tersebut dianggap kurang sesuai atau pantas untuk idola dengan usianya saat ini. Hal ini menciptakan perbandingan langsung dengan penampilan mereka sebelumnya saat promosi di program musik Korea yang cenderung lebih tertutup.

Kritik tajam datang dari berbagai forum komunitas daring di Korea Selatan mengenai arah konsep visual grup tersebut. "Ini bukan tur lingerie, sebenarnya ini apa?" ujar seorang netizen dengan nada skeptis, sebagaimana dikutip dari forum komunitas Korea.

Komentar lain mengungkapkan ketidaknyamanan terhadap perubahan visual drastis yang ditampilkan oleh KATSEYE dalam materi tur ini. "Aku menonton penampilan mereka karena koreografinya sangat enerjik, tapi ini membuatku sedikit tidak nyaman..." tutur seorang netizen lainnya.

Netizen lain juga menyoroti bagaimana gaya busana anggota yang berbeda kini terlihat lebih berani secara keseluruhan. "Kalau dilihat lagi, sepertinya Lara bukan satu-satunya yang bergaya provokatif," tulis salah satu pengguna forum.

Namun, ada pula segmen netizen Korea yang memberikan pembelaan terhadap konsep KATSEYE yang dinilai berbeda dari grup K-Pop konvensional. Mereka menekankan bahwa KATSEYE adalah grup global dengan anggota dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Filipina, dan India.

Pendukung konsep tersebut berargumen bahwa gaya busana yang lebih terbuka tersebut mungkin mencerminkan pengaruh budaya Barat yang lebih dominan dalam pembentukan grup ini. Hal ini dianggap wajar mengingat latar belakang multinasional para anggotanya.