JAKARTAHYPE.COM - Ketegangan terkait kepemimpinan di Keraton Surakarta kembali menjadi sorotan publik setelah adanya pemasangan media promosi besar di area strategis kota. Kejadian ini mengemuka setelah sebuah baliho besar terpasang di kawasan Gladag, Solo.
Baliho yang menjadi pusat perhatian tersebut menampilkan foto Sri Susuhunan Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono (PB) XIV Mangkubumi. Dalam visualisasi tersebut, PB XIV Mangkubumi terlihat mengenakan busana kebesaran Raja Keraton Solo secara lengkap.
Di bawah foto tersebut, terdapat tulisan resmi yang menegaskan identitasnya, yaitu Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Keraton Surakarta. Pemasangan baliho ini secara eksplisit menandakan adanya klaim kepemimpinan baru.
Pemasangan baliho ini merupakan inisiatif dari Lembaga Dewan Adat (LDA), yang secara terbuka mengklaim memiliki wewenang dalam mengumumkan pergantian kepemimpinan keraton. Hal ini memicu pertanyaan mengenai struktur kekuasaan yang diakui saat ini.
KPH Eddy Wirabhumi, yang menjabat sebagai Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA), memberikan klarifikasi mengenai tujuan utama dari pemasangan media luar ruang tersebut. Tindakan ini diambil untuk menginformasikan status kepemimpinan terbaru.
"Pemasangan baliho itu sebagai pengumuman bagi masyarakat terkait raja baru di Keraton Solo," ujar KPH Eddy Wirabhumi.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa LDA memandang pemasangan baliho sebagai langkah formal untuk mengumumkan raja yang mereka dukung dan akui di tengah isu dualisme yang masih berlangsung di internal keraton.
Peristiwa ini kembali menyoroti adanya perpecahan atau dualisme kepemimpinan yang selama ini membayangi stabilitas internal Keraton Surakarta. Gladag, sebagai lokasi pemasangan, merupakan titik sentral di Kota Solo yang strategis untuk menyebarkan informasi.
Dilansir dari sumber berita yang meliput kejadian ini, pemasangan baliho tersebut dipandang sebagai manuver politik oleh salah satu kubu yang berseteru dalam perebutan legitimasi kekuasaan di keraton.