JAKARTAHYPE.COM - Maskapai penerbangan Wings Air secara resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan baru yang akan menghubungkan dua kota penting di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Tambolaka dan Kupang. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah di provinsi tersebut.

Rute baru ini dijadwalkan mulai beroperasi pada tanggal 11 Juni 2026, memberikan opsi perjalanan udara yang lebih efisien bagi para pelaku perjalanan dan masyarakat umum. Keputusan ini menandai ekspansi layanan domestik di kawasan timur Indonesia.

Penerbangan perdana akan melayani rute langsung dari Bandar Udara Lede Kalumbang Tambolaka (TMC), yang terletak di Sumba Barat Daya, menuju Bandar Udara El Tari Kupang (KOE), ibu kota Provinsi NTT. Hal ini mengurangi kebutuhan transit bagi penumpang dari wilayah Sumba.

"Mulai 11 Juni 2026, traveler dan masyarakat dapat menikmati penerbangan langsung dari Bandar Udara Lede Kalumbang Tambolaka (TMC), Sumba Barat Daya menuju Bandar Udara El Tari Kupang (KOE), Nusa Tenggara Timur," demikian diumumkan secara resmi oleh pihak maskapai.

Pembukaan jalur udara ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak akan akses transportasi yang lebih cepat dan nyaman bagi penduduk Pulau Sumba. Secara khusus, ini memberikan dampak positif bagi masyarakat di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.

Jadwal operasional telah ditetapkan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan mingguan. Penerbangan dijadwalkan berlangsung sebanyak tiga kali dalam sepekan.

Frekuensi penerbangan tersebut akan dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Dengan demikian, masyarakat memiliki kepastian jadwal untuk merencanakan perjalanan mereka antara Sumba dan Kupang.

"Rute baru ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Pulau Sumba, khususnya wilayah Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Tengah yang selama ini membutuhkan akses perjalanan udara lebih cepat dan nyaman," ujar perwakilan Wings Air.

Langkah ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas penduduk lokal, tetapi juga mendorong potensi pariwisata dan aktivitas ekonomi di wilayah Sumba yang kini memiliki koneksi yang lebih solid dengan pusat pemerintahan di Kupang.