JAKARTAHYPE.COM - Sebuah narasi menyesatkan kini tengah viral dan menyebar luas di berbagai platform media sosial, khususnya Facebook. Unggahan tersebut secara spesifik mengklaim adanya keputusan resmi dari Mahkamah Konstitusi (MK).
Klaim utama yang disebarkan adalah bahwa MK telah mengambil langkah tegas untuk menghentikan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain penghentian, disebutkan pula bahwa anggaran program tersebut akan dialihkan sepenuhnya ke sektor pendidikan nasional.
Unggahan viral tersebut seringkali disertai dengan manipulasi visual yang kuat untuk meyakinkan publik. Gambar yang digunakan menampilkan Ketua MK, Suhartoyo, bersama dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto seolah-olah sedang menandatangani dokumen resmi.
Dokumen palsu dalam gambar tersebut tertulis narasi bahwa MBG Resmi Ditutup, memperkuat kesan bahwa keputusan tersebut sudah bersifat final dan mengikat. Hal ini tentu menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat mengenai kebijakan publik yang sedang berjalan.
Lebih lanjut, narasi yang menyertai gambar tersebut menjelaskan tujuan pengalihan dana tersebut. Disebutkan bahwa anggaran yang semula dialokasikan untuk MBG kini akan difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar dan menengah.
Fokus pengalihan dana tersebut juga mencakup pembangunan infrastruktur fasilitas belajar yang lebih memadai di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, kesejahteraan para pendidik juga disebut sebagai prioritas utama dari perubahan alokasi anggaran ini.
Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam oleh pihak terkait, dapat dipastikan bahwa seluruh klaim yang beredar luas tersebut adalah tidak benar atau merupakan berita bohong (hoaks). Tidak ada dasar hukum atau keputusan resmi dari lembaga peradilan tertinggi negara.
"Klaim tersebut tidak benar alias hoaks," tegas sumber yang menelusuri isu ini, mengindikasikan bahwa narasi pengalihan anggaran tersebut merupakan rekayasa informasi.
Dikutip dari berbagai penelusuran informasi publik, narasi yang menyebutkan Mahkamah Konstitusi resmi menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengalihkan anggarannya ke sektor pendidikan adalah informasi yang keliru.