JAKARTAHYPE.COM - Berbagai platform media sosial tengah ramai membicarakan isu terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengklaim belum menerima pencairan dana Bantuan Pemerintah (Banper). Isu ini santer beredar dan menimbulkan spekulasi di kalangan publik.
Klaim penunggakan dana tersebut dikaitkan oleh beberapa pihak sebagai dampak langsung dari adanya pergantian kepemimpinan di internal Badan Gizi Nasional (BGN). Pergantian posisi struktural ini sempat memicu kekhawatiran akan kelancaran program prioritas pemerintah.
Sebagai informasi penting, dana Banper merupakan komponen krusial yang disalurkan dari BGN kepada SPPG. Anggaran ini spesifik dialokasikan untuk menutupi biaya operasional produksi dan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG ini menyasar kelompok rentan, yaitu siswa sekolah, balita, serta ibu hamil, sebagai upaya intervensi gizi nasional. Oleh karena itu, keterlambatan dana operasional dikhawatirkan mengganggu kesinambungan layanan.
Menanggapi riuh isu yang beredar luas tersebut, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mengambil sikap resmi untuk memberikan penjelasan. Langkah ini diambil guna meluruskan informasi simpang siur yang berkembang di ruang publik.
Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN, Lili Khamiliyah, secara tegas menyatakan bahwa kabar mengenai belum diterimanya dana tersebut adalah informasi yang keliru. Pernyataan ini disampaikan untuk memberikan kepastian kepada para pemangku kepentingan.
"Ini merupakan berita yang tidak benar," ujar Lili Khamiliyah, menegaskan bahwa narasi penundaan dana tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Lili Khamiliyah juga memberikan rincian waktu penyelesaian kewajiban penyaluran dana tersebut oleh lembaga yang dipimpinnya. "BGN telah menyelesaikan kewajibannya mendistribusikan Banper per Jumat (5/6)," kata Lili Khamiliyah, menutup keterangan resminya.
Dikutip dari sumber berita, klarifikasi ini diharapkan dapat menenangkan kegelisahan di tingkat operasional SPPG terkait pendanaan program strategis tersebut.