JAKARTAHYPE.COM - Sebuah kisah unik dari Australia berhasil menarik perhatian publik setelah sepasang pengantin menceritakan pengalaman tak biasa mereka dalam mengamankan cuaca cerah di hari pernikahan. Mereka diketahui menyewa jasa seorang penyihir modern yang ditemukan melalui platform belanja daring global, Etsy.
Pengantin wanita bernama Eloïse Tonkin dan suaminya, Alexander Tonkin, yang keduanya berusia 28 tahun, menghadapi ancaman serius berupa prakiraan hujan deras. Lokasi pernikahan mereka yang dipilih di tepi pantai sangat rentan terhadap cuaca buruk yang diperkirakan akan mengguyur menjelang hari bahagia itu.
Kecemasan pasangan ini mencapai puncaknya dua hari sebelum upacara sakral mereka berlangsung, mengingat hujan deras terus mengguyur area resepsi. Ide tak terduga ini muncul dari dua sahabat dekat Eloïse, yang menyarankan untuk mencoba menyewa jasa spiritual secara daring.
Eloïse mengaku sempat melihat tren serupa di internet, yang kemudian mendorongnya untuk mencoba mencari penyedia jasa pawang hujan online. Ia kemudian memutuskan untuk mencari penyihir yang menawarkan layanan terkait perubahan cuaca melalui Etsy, sebuah platform yang dikenal menjual barang kerajinan tangan dan jasa unik.
Setelah meninjau berbagai profil, Eloïse menjatuhkan pilihan pada seorang penyihir bernama Elena. Keputusan ini didasarkan pada kombinasi harga yang terjangkau, waktu pengerjaan yang sesuai, serta ulasan positif yang diberikan oleh klien sebelumnya.
Jasa yang diambil Eloïse ini hanya menelan biaya sekitar $6,04 atau setara dengan Rp 95.000. Elena kemudian menginformasikan bahwa ia akan melaksanakan "Sunshine Blessing Ritual" pada malam sebelum pernikahan berlangsung untuk memastikan atmosfer hari H cerah dan tenang.
Elena menjelaskan bahwa ritual yang ia lakukan melibatkan pembersihan energi ruangan serta penyelarasan diri dengan elemen alam seperti matahari, langit, dan angin sepoi-sepoi. Ia menggunakan perlengkapan seperti lilin pengikat cuaca, minyak, serta tanaman herbal yang dipercaya dapat memberikan kehangatan dan perlindungan dari badai.
Meskipun merasa ragu karena tenggat waktu yang sangat sempit, Eloïse merasa ditenangkan oleh jaminan dari penyihir online tersebut bahwa prosesnya akan selesai tepat waktu. Kekhawatiran tersebut terbukti sirna ketika hari pernikahan tiba pada 28 Februari 2026.
Eloïse menceritakan kegembiraannya saat menyadari perubahan drastis pada cuaca keesokan harinya. "Itu benar-benar magis setelah berhari-hari langit mendung dan hujan. Hari itu terasa hangat, cerah, dan sedikit berawan di sana-sini-saya tidak bisa meminta cuaca yang lebih sempurna dari ini. Padahal, ramalan cuaca menyatakan ada peluang hujan sebesar 50%, tetapi tidak ada satu tetes air pun yang jatuh," ungkap Eloïse gembira.