BANDUNG, JakartaHype.com – Semangat Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan hak perempuan untuk menentukan jalan hidupnya terus bergema hingga saat ini. Di tengah hiruk-pikuk jalanan Kota Bandung, nilai-nilai emansipasi tersebut tecermin dalam sosok Mira, atau yang akrab disapa Teh Mira, seorang mitra pengemudi (driver) perempuan inDrive yang berjuang sebagai tulang punggung keluarga.

Sebagai ibu tunggal (single mom) dengan tiga anak, perjalanan hidup Mira tidaklah mudah. Sebelum memutuskan turun ke jalan sebagai driver, ia mengandalkan penghasilan dari jasa antar-jemput anak sekolah di lingkungan rumahnya. Namun, pendapatan tersebut sering kali tidak mencukupi untuk menutupi biaya hidup sehari-hari.

“Dulu penghasilan dari antar-jemput saja tidak cukup. Biaya sekolah anak sering menunggak, bahkan cicilan motor pun sempat tertunda,” kenang Mira saat menceritakan masa sulitnya sebagaimana keterangan resmi yang diterima pada Selasa (21/4/2026).

Kondisi ekonomi yang terhimpit mendorong Mira untuk mencari peluang baru. Ia kemudian bergabung dengan inDrive, platform mobilitas global, pada November 2023. Meski proses pendaftarannya tergolong mudah, Mira harus melewati tahapan seleksi ketat yang diterapkan perusahaan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan bagi pengguna.

Keputusan tersebut menjadi titik balik bagi stabilitas finansial keluarganya. Sejak bergabung, Mira mengaku kondisi ekonominya berangsur membaik dan lebih stabil. Ia kini mampu memenuhi kebutuhan anak-anaknya, melunasi tunggakan cicilan, hingga merencanakan pindah ke hunian yang lebih layak.

“Alhamdulillah, sekarang tidak ada tunggakan lagi dan kebutuhan anak-anak tercukupi,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Bekerja di sektor transportasi yang didominasi pria tentu memberikan tantangan tersendiri bagi Mira, mulai dari kekhawatiran faktor keamanan hingga stigma negatif dari lingkungan sekitar. Namun, tekad kuat untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi buah hatinya menjadi motivasi utama untuk tetap bertahan.

Bagi Mira, profesinya saat ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk keberanian keluar dari zona nyaman. Hal ini selaras dengan semangat Kartini yang mendorong perempuan untuk berdaya secara mandiri. “Perempuan itu harus kuat dan berani. Kita juga bisa bekerja dan mandiri, terutama demi keluarga,” tegasnya.

Salah satu alasan Mira memilih bertahan di inDrive adalah fleksibilitas waktu yang ditawarkan. Sebagai seorang ibu, ia tetap bisa menjalankan perannya dengan mengatur jadwal kerja di sela-sela waktu mengantar dan menjemput anak sekolah. Selain itu, model bisnis inDrive yang memberikan kebebasan bagi driver untuk memilih pesanan (order) serta skema komisi yang rendah menjadi nilai tambah yang signifikan.