JAKARTAHYPE.COM - Seorang ibu muda berusia 37 tahun yang tinggal di Stratford, Inggris, menghadapi kenyataan pahit setelah didiagnosis menderita kanker ovarium stadium lanjut. Perjalanan menuju diagnosis penyakit serius ini terbilang panjang dan penuh perjuangan.

Wanita bernama Lydia Southam ini telah berulang kali memeriksakan diri ke dokter umum karena merasakan sejumlah gejala yang mengkhawatirkan. Gejala yang ia rasakan meliputi siklus menstruasi yang sangat berat, perut yang terasa kembung, serta kesulitan saat buang air kecil.

Ironisnya, dalam sepuluh kali kunjungannya ke fasilitas kesehatan, kekhawatiran Lydia mengenai kondisi tubuhnya cenderung diabaikan. Pihak medis sebelumnya menganggap Lydia terlalu muda dan sehat untuk mengidap penyakit serius seperti kanker.

Dilansir dari New York Post, kekhawatiran Lydia ini terus berlanjut hingga akhirnya seorang dokter mulai menaruh perhatian lebih serius. Dokter tersebut merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kesehatan Lydia yang terus memburuk.

"Ia sudah mengunjungi dokter umum sebanyak 10 kali karena merasakan beberapa keluhan, seperti menstruasi yang berat, perut kembung, dan susah buang air kecil. Namun, kekhawatirannya diabaikan," demikian konteks situasi yang dihadapi Lydia.

Setelah penanganan yang lebih mendalam dilakukan, Lydia akhirnya dirujuk untuk menjalani serangkaian tes darurat di rumah sakit. Rujukan penting ini terjadi pada bulan Juni 2023, menandai titik balik dalam perjuangannya.

Hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi diagnosis yang mengerikan: Lydia menderita jenis kanker ovarium yang langka. Penyakit tersebut diklasifikasikan sebagai Low-grade Serious Ovarian and Peritoneal Cancer (LGSOC) stadium 4.

"Ia baru menjalani tes mendesak dua tahun kemudian setelah seorang dokter menyadari ada sesuatu yang tidak beres," kutipan ini menggambarkan lamanya waktu yang dibutuhkan hingga diagnosis akurat dapat ditegakkan, menurut sumber berita.

Kisah Lydia Southam ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat dan tenaga medis mengenai pentingnya mendengarkan keluhan pasien, terutama ketika gejala berulang dan tidak membaik, terlepas dari usia pasien.