JAKARTAHYPE.COM - Sebuah unggahan video di Instagram dengan akun @faizahwiska menjadi sorotan publik minggu ini, menampilkan kisah mengharukan tentang perubahan hidup seorang mantan pramugari. Video tersebut memperlihatkan transisi dramatis dari kehidupan glamor menjelajah dunia menjadi rutinitas sederhana mengurus keluarga.

Video yang telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali ini memicu gelombang simpati dari warganet yang terhanyut dalam narasi perubahan tersebut. Pemilik akun bahkan mengungkapkan perasaannya saat mengedit rekaman tersebut.

"Saya menangis saat mengedit video ini," tulisnya dalam keterangan unggahan, menandai tagar #mantanpramugari, sebagaimana dilansir dari Wolipop.

Secara visual, video tersebut menampilkan sosok ibu rumah tangga masa kini dengan busana kasual dan hijab, sambil mendampingi anak-anaknya. Suasana berubah syahdu ketika kilas balik masa lalunya ditampilkan, mulai dari pelatihan berseragam maskapai Garuda Indonesia hingga foto-foto di lokasi ikonik dunia seperti Big Ben dan Tembok Besar China.

Pemilik video yang bernama lengkap Aizah Wiska (37 tahun) saat dihubungi media membeberkan bahwa konten viral itu lahir dari proses personalnya untuk menerima kenyataan hidup saat ini. Ia resmi mengabdi di Garuda Indonesia sejak Desember 2010 dan mengakhiri karier penerbangannya pada November 2020 setelah satu dekade bertugas.

Iza, sapaan akrabnya, mengakui bahwa keputusan resign tidak serta merta membawa hasil sesuai harapannya, sehingga sempat menimbulkan penyesalan dalam dirinya. "Sebenarnya saya sedang dalam fase berusaha berdamai dengan diri sendiri. Memutuskan resign tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan rencana saya," ungkap Iza.

Ia melanjutkan bahwa saat ini ia dan suaminya sedang menghadapi ujian ekonomi setelah sang suami mengalami kebangkrutan, namun hal ini menjadi pelajaran untuk saling memahami. "Dulu gaji saya terbilang banyak, tapi di situlah cobaan saya, saya jadi tidak menghargai suami. Sekarang kami sedang ada cobaan ekonomi di mana suami bangkrut, tapi insya Allah kami bisa belajar untuk saling memahami," tutur Iza.

Iza, yang berdomisili di Padang, Sumatra Barat, kini meyakini bahwa setiap pergantian takdir adalah ketetapan terbaik dari Tuhan, meskipun masa lalunya sebagai pramugari penuh dengan materi sempat menguji egonya sebagai seorang istri. Ia juga mengenang kerasnya dunia kerja di masa lalu yang membentuk mentalnya saat ini.

"Pengalaman yang paling berharga adalah saat memulai dari nol. Pernah bingung, pernah salah, bahkan pernah dimarahi senior. Tapi dari semua proses itu, saya belajar, tumbuh, dan akhirnya paham bahwa dunia kerja memang tidak selalu mudah," kenangnya.