JAKARTAHYPE.COM - Sebuah aksi unik yang menunjukkan kreativitas dalam mengelola keuangan mahasiswa rantau menjadi sorotan publik setelah diunggah di media sosial. Aksi ini melibatkan dua pria yang dengan tanpa rasa malu memungut sayuran yang masih layak dari sisa pedagang di pasar tradisional.

Peristiwa ini terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat, di mana kedua mahasiswa tersebut membagikan momen mereka menyisir area pasar menjelang tutup. Mereka tampak teliti memilih tumpukan sayuran yang dibuang namun dinilai masih bisa dikonsumsi untuk mengurangi beban pengeluaran harian.

Dalam unggahan akun Instagram @sagara_sagara.aja, mereka menjelaskan bahwa proses pemilahan dilakukan dengan sangat hati-hati. "Kami pilih yg masih layak aj yaa guys," tulis mereka dalam keterangan video tersebut, menegaskan bahwa prioritas adalah memilih bahan yang tidak rusak.

Hasil "berburu" mereka cukup signifikan, memungkinkan mereka mendapatkan stok bahan makanan segar untuk beberapa hari ke depan. Berbagai komoditas berhasil dikumpulkan, mulai dari kembang kol utuh, cabai merah dan hijau, selada, hingga terong ungu, langsung dari area pembuangan pasar.

Video yang memperlihatkan perjuangan mereka membuahkan hasil ini telah ditonton oleh lebih dari 1,3 juta kali dan memicu berbagai reaksi positif dari warganet. Banyak yang merasa terinspirasi sekaligus mengakui bahwa tindakan tersebut sangat manusiawi mengingat kondisi keuangan mahasiswa.

Salah satu warganet mengungkapkan rasa senasib sepenanggungan, "Aku sebenernya juga kalau lihat sayuran dibuang² masih layak juga sayang,,cuma malu aja mau mulung ,gak ada temen nya😂😂," komentar akun @adhwakuria86. Komentar lain menunjukkan antusiasme untuk ikut serta, "Kak ikutt dong seru bgt keknya🙌," sahut akun @azizzahikyy_.

Wartawan kemudian berhasil menghubungi salah satu mahasiswa tersebut, Hapiandi Sagara, yang akrab disapa Fandi, berusia 21 tahun dan berdomisili di Bukittinggi. Fandi menjelaskan bahwa ide ini muncul sebagai solusi bertahan hidup sekaligus bahan konten yang bermanfaat bagi sesama anak rantau.

Fandi rutin melakukan kegiatan ini di beberapa pasar tradisional di sekitar tempat tinggalnya, seperti Pasar Bawah Bukittinggi, Aur Kuning, dan Pasar Padang Luar. Jenis sayuran yang dicari sangat bervariasi, termasuk sawi, wortel, lobak, dan berbagai jenis bumbu dapur.

Saat menemukan sayuran yang terbuang namun masih bagus, Fandi mengaku merasakan perasaan campur aduk antara senang karena mendapatkan bahan makanan gratis dan sedih melihat pemborosan. "Senang tapi ada sedikit agak kecewa. Contohnya sayuran yang masih layak dan bagus dibuang begitu saja, jadi merasa kurang (pantas)," ungkap Fandi saat diwawancarai oleh Wolipop.