JAKARTAHYPE.COM - Sebuah video menyentuh hati menjadi sorotan publik di media sosial Instagram, menampilkan dedikasi luar biasa dari seorang pendidik di daerah terpencil. Aksi tersebut menunjukkan upaya nyata seorang guru dalam memperbaiki fasilitas sekolah yang sangat minim demi menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi murid-muridnya.

Peristiwa ini berpusat di SD Negeri Terpencil Bainaa Barat, sebuah sekolah yang terletak di wilayah Sulawesi Tengah. Kerusakan parah pada pintu kelas menjadi latar belakang utama aksi heroik yang dilakukan oleh guru tersebut.

Kerusakan pintu kelas yang sangat memprihatinkan ini mengakibatkan ruang kelas tidak lagi memiliki pembatas yang memadai. Kondisi ini membuka celah bagi hewan ternak, khususnya kambing, untuk masuk dan secara langsung mengganggu proses belajar mengajar di dalam ruangan.

Guru yang diketahui bernama Muh Najib ini tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia segera mengambil inisiatif menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji, palu, serta kayu seadanya. Tujuannya adalah merakit kembali pembatas pintu agar suasana belajar kembali kondusif dan aman bagi para siswa.

Aksi perbaikan ini ia dokumentasikan dan bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @najib\_nadir. Dalam keterangannya, ia menyertakan harapan tulus agar sekolah di lokasi terpencil tersebut segera mendapatkan perhatian pemerintah untuk revitalisasi fasilitas.

Unggahan video perjuangan sang guru ini mendapat respons masif dari warganet, ditonton jutaan kali dan memicu gelombang simpati serta kritik terhadap kondisi infrastruktur pendidikan di pelosok negeri. Beberapa komentar menyayangkan minimnya perhatian terhadap sekolah seperti ini.

Saat dimintai keterangan, Muh Najib menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai guru kelas sekaligus wali kelas 5 sejak 1 September 2025. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan pintu tersebut sudah lama terjadi akibat dimakan usia dan sering dimanfaatkan kambing warga untuk masuk dan meninggalkan kotoran.

"Waktu itu ada pintu kami yang rusak karena termakan usia, bagian bawahnya sudah bocor jadi hewan ternak warga seperti kambing sering masuk buang kotoran. Jadi saya inisiatif buat perbaiki," ujar Najib kepada Wolipop.

Najib menjelaskan bahwa ia memilih bertindak cepat karena menunggu prosedur pencairan dana operasional sekolah (BOS) dianggap tidak realistis untuk perbaikan mendesak ini. Ia menyadari bahwa dana BOS yang ada sangat terbatas dan prosesnya memakan waktu yang cukup lama.