JAKARTAHYPE.COM - Sebuah atraksi sirkus jalanan yang memacu adrenalin, yang dikenal sebagai Tong Setan atau Tong Stand, kembali menarik perhatian publik di Sumatera Utara. Atraksi ini menampilkan seorang wanita muda yang dengan piawai mengendalikan sepeda motor di dinding vertikal pertunjukan pasar malam.
Aksi ekstrem ini menjadi pusat perhatian karena menantang hukum gravitasi di hadapan kerumunan penonton. Wanita muda tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa saat memacu motornya di lintasan kayu yang tegak lurus, membuktikan bahwa profesi berisiko tinggi ini tidak lagi eksklusif bagi pria.
Pertunjukan ini bukan sekadar mencari nafkah semata, melainkan kombinasi dari keterampilan teknis yang mendalam dan mentalitas yang sangat kuat. Setiap putaran di dinding membutuhkan keseimbangan yang sangat presisi dan keberanian untuk mempertahankan stabilitas di tengah kecepatan tinggi.
Para penonton seringkali menahan napas saat menyaksikan joki wanita tersebut terkadang melepaskan tangannya dari kemudi atau menyapa hadirin sambil terus berputar. Hal ini membuat pertunjukan tradisional ini terasa lebih memukau dan emosional bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Aksi wanita penakluk wahana maut ini menjadi viral setelah diunggah di Instagram, dengan video yang telah ditonton lebih dari 6,1 juta kali. Banyak warganet yang terkesan dan menyampaikan pujian atas keberaniannya dalam menjalankan profesi tersebut.
Salah satu pengguna Instagram menyoroti detail teknis dari wahana tersebut, "Baru sadar gak ada rem kaki dan tangan," takjub pengguna Instagram @zuanda_muhammad. Komentar lain juga mengungkapkan keterkejutan mereka, "ngga ada remnya lagii😭😭," kaget akun @nbl.arly.
Sosok di balik aksi yang viral tersebut diketahui bernama Dira Artha Mevia Saragih, yang kini berusia 22 tahun. Ia menjalani kehidupan ganda yang kontras, di mana di keseharian ia bekerja sebagai spesialis media sosial, namun di waktu luangnya ia bertransformasi menjadi penantang maut di arena Tong Setan.
Dira Saragih, yang berdomisili di Balige/Tampubolon, Sumatera Utara, memulai karirnya di lintasan vertikal ini sejak tahun 2019. Ia menjelaskan bahwa menguasai wahana ini memerlukan perhitungan fisik yang matang, bukan sekadar keberanian semata.
"Akselerasi ke dinding vertikal, pada kecepatan 40-50km/jam, agar bisa menahan motor supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan," ungkap Dira Saragih saat menjelaskan tekniknya agar tetap menempel di dinding kayu saat diwawancara Wolipop.