JAKARTAHYPE.COM - Raksasa semikonduktor, Nvidia (NVDA), baru saja merilis hasil keuangan untuk kuartal fiskal pertama mereka setelah penutupan perdagangan pada hari Rabu lalu. Kinerja perusahaan ini secara signifikan melampaui ekspektasi analis, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.
Meskipun sempat mengalami penurunan saham lebih dari 2% setelah pengumuman tersebut, Nvidia kemudian memberikan pandangan ke depan (outlook) untuk kuartal kedua yang jauh lebih baik dari perkiraan Wall Street. Kondisi ini menunjukkan permintaan yang sangat kuat terhadap produk chip mereka.
Untuk kuartal kedua mendatang, Nvidia memproyeksikan pendapatan berada di kisaran antara $89,1 miliar hingga $92,8 miliar. Angka ini jelas lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus analis di Wall Street yang hanya memperkirakan pendapatan sebesar $87,3 miliar.
Hasil aktual kuartal pertama menunjukkan Nvidia mencatatkan laba per saham (EPS) sebesar $1,87 dengan total pendapatan mencapai $81,62 miliar. Angka ini berhasil mengalahkan prediksi analis yang sebelumnya memproyeksikan EPS $1,77 dengan pendapatan $79,18 miliar.
Selain hasil finansial yang kuat, perusahaan juga mengumumkan peningkatan dividen kuartalan menjadi $0,25 per saham. Peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham mengenai kesehatan finansial perusahaan saat ini.
Segmen pusat data (data center) menjadi tulang punggung utama pendapatan perusahaan, menyumbang total $75,2 miliar pada kuartal tersebut. Angka ini jauh melampaui proyeksi analis Wall Street yang hanya memprediksi $73,47 miliar, dan melonjak signifikan dari $39,11 miliar pada kuartal pertama tahun lalu.
Dilansir dari artikel yang ditulis oleh Daniel Howley, Chief Financial Officer (CFO) Colette Kress menyampaikan pembagian pendapatan pusat data. "Pendapatan dari hyperscaler menyumbang 50% dari penjualan pusat data pada kuartal ini," ujar Colette Kress.
CFO Kress menambahkan bahwa sisa 50% pendapatan pusat data berasal dari berbagai sumber lain. Sumber-sumber tersebut mencakup "AI Clouds, industri, perusahaan, dan pelanggan kedaulatan (sovereign customers)," kata Colette Kress.
Menariknya, Nvidia mengonfirmasi bahwa tidak ada pendapatan yang tercatat dari penjualan produk Hopper yang ditujukan ke pasar Tiongkok selama periode kuartal tersebut. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers hasil pendapatan mereka.