JAKARTAHYPE.COM - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah mengintensifkan persiapan guna mendukung keberhasilan proses revalidasi status Raja Ampat sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Upaya ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kawasan di Papua Barat Daya tersebut tetap diakui secara global.
Fokus utama dari persiapan yang dilakukan oleh kementerian adalah penataan berkelanjutan pada seluruh destinasi wisata bahari yang ada di kepulauan tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan konservasi lingkungan laut yang rapuh.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, baru-baru ini melakukan kunjungan langsung ke Raja Ampat untuk mengoordinasikan langkah-langkah strategis ini. Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah daerah setempat serta berbagai pelaku industri pariwisata yang beroperasi di sana.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengidentifikasi area mana saja yang memerlukan perbaikan signifikan sebelum asesmen UNESCO dilaksanakan. Penilaian komprehensif terhadap infrastruktur dan manajemen kawasan menjadi prioritas utama dalam kunjungan tersebut.
"Kita di sana melihat apa saja yang perlu diperbaiki, misalnya harus ada penghitungan daya dukung dari setiap destinasi untuk diving gitu, itu harus dihitung dan juga berapa jumlah kapal yang bisa untuk datang ke sana," ujar Menpar usai membuka Rakornas Pariwisata 2024 di Kantor Kementerian Pariwisata, Rabu (20/5/2026).
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya data kuantitatif dalam manajemen pariwisata Raja Ampat ke depan. Penghitungan daya dukung lingkungan harus segera menjadi landasan regulasi operasional kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Menteri Widiyanti Putri Wardhana juga menyoroti perlunya pendataan ketat mengenai kapasitas kunjungan kapal wisata. Pembatasan jumlah kapal yang beroperasi adalah bagian dari strategi mitigasi dampak lingkungan akibat tingginya kunjungan wisatawan.
"Sehingga itu harus didata dulu oleh pemerintah daerah dan juga asosiasi," kata Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa tanggung jawab pendataan dan implementasi berada di tangan otoritas lokal dan asosiasi industri terkait.
Proses revalidasi ini sangat penting sebab pengakuan UNESCO memberikan nilai tambah signifikan terhadap citra dan keberlanjutan ekowisata Raja Ampat di mata dunia. Kemenpar berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan daerah demi capaian ini.