JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden serius kembali mengguncang proyek ambisius pembangunan pabrik kendaraan listrik (EV) milik BYD di Szeged, Hungaria. Peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa seorang pekerja konstruksi ini menandai kali kedua dalam periode yang relatif singkat.
Insiden terbaru ini terjadi pada tanggal 18 Juni, menjadi sorotan utama terkait isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lokasi vital tersebut. Pihak berwenang dan manajemen proyek kini menghadapi tekanan untuk menjelaskan standar operasional yang berlaku.
Peristiwa nahas tersebut menyebabkan seorang pekerja dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara. Upaya penyelamatan yang dikerahkan oleh tim medis darurat dilaporkan tidak berhasil untuk memulihkan kondisi korban.
Layanan Ambulans Nasional Hungaria menjadi pihak yang secara resmi mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan di area konstruksi tersebut. Konfirmasi ini menambah daftar panjang kekhawatiran publik mengenai lingkungan kerja di sana.
Lebih lanjut, pihak Layanan Ambulans Nasional Hungaria memaparkan kronologi penanganan darurat yang telah dilakukan. "Pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah tim medis berusaha melakukan resusitasi di tempat kejadian," demikian dikonfirmasi oleh Layanan Ambulans Nasional Hungaria.
Tragedi ini menjadi kasus kedua yang menimpa proyek konstruksi pabrik otomotif raksasa asal Tiongkok tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini secara otomatis meningkatkan intensitas pengawasan terhadap protokol keselamatan di lokasi proyek.
Dengan adanya insiden berulang ini, aspek keselamatan di lokasi konstruksi BYD di Szeged kini berada di bawah sorotan tajam dari berbagai pihak pengawas. Perusahaan induk diharapkan segera memberikan pernyataan komprehensif mengenai langkah perbaikan yang akan diambil.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, insiden ini memperkuat urgensi peninjauan ulang menyeluruh terhadap seluruh prosedur keselamatan kerja yang diterapkan selama pembangunan berlangsung. Perusahaan global dituntut untuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh tenaga kerja.