JAKARTAHYPE.COM - Perusahaan teknologi ride-hailing terkemuka di Indonesia, Grab dan Gojek, telah mengumumkan perubahan fundamental dalam skema pembagian hasil untuk mitra pengemudi mereka. Keputusan ini menandai babak baru dalam hubungan antara platform digital dan para pekerja lapangan.

Adapun perubahan utama yang ditetapkan adalah penurunan potongan aplikasi menjadi sebesar 8% dari total tarif perjalanan. Hal ini berarti mitra pengemudi akan menerima 92% dari tarif yang dibayarkan penumpang, sebuah peningkatan substansial dari skema sebelumnya yang hanya memberikan 80% kepada pengemudi.

Keputusan strategis ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didasarkan pada arahan resmi dari tingkat tertinggi pemerintahan. Perubahan struktur pembagian hasil ini merupakan respons langsung terhadap instruksi yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden pada momen penting peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2026. Momen peringatan hari pekerja ini menjadi landasan kuat untuk merevisi kebijakan internal kedua perusahaan raksasa transportasi daring tersebut.

"Perubahan ini menetapkan bahwa potongan aplikasi akan menjadi 8%, yang berarti pengemudi akan menerima 92% dari tarif perjalanan, meningkat signifikan dari skema sebelumnya yang hanya 80%," demikian bunyi poin utama dari pengumuman resmi yang dikeluarkan kedua perusahaan.

Keputusan untuk merevisi struktur pembagian hasil ini secara eksplisit bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi yang menjadi tulang punggung operasional layanan mereka. Hal ini menunjukkan komitmen platform untuk beradaptasi dengan tuntutan sosial dan ekonomi para pekerja.

Perubahan skema potongan aplikasi ini dijadwalkan mulai diterapkan secara efektif pada pertengahan tahun 2026 mendatang. Periode transisi ini memberi waktu bagi kedua platform untuk menyesuaikan sistem teknologi dan operasional mereka.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, arahan dari Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan utama bagi kedua platform untuk merevisi struktur pembagian hasil mereka demi kesejahteraan mitra. Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor informal berbasis digital.

Secara keseluruhan, penyesuaian ini mencerminkan pergeseran prioritas perusahaan teknologi besar dalam menyeimbangkan profitabilitas dengan tanggung jawab sosial terhadap ekosistem pengemudi mereka. Peningkatan persentase yang diterima pengemudi diharapkan berdampak positif pada pendapatan bersih mereka.