JAKARTAHYPE.COM - Perhelatan akbar sepak bola dunia, Piala Dunia FIFA 2026, harus kehilangan salah satu calon perangkat pertandingannya karena masalah imigrasi. Sosok yang dimaksud adalah wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang dipastikan batal ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Keputusan ini mengemuka setelah Omar Abdulkadir Artan dicekal atau ditolak izin masuknya ke wilayah Amerika Serikat, yang menjadi salah satu negara tuan rumah penyelenggara. Penolakan ini menimbulkan implikasi langsung terhadap partisipasi Artan dalam agenda resmi FIFA mendatang.
Pihak yang bertanggung jawab atas penolakan masuk tersebut adalah Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat, atau yang lebih dikenal sebagai CBP. Mereka menjadi garda terdepan dalam proses verifikasi dan keamanan bagi setiap pengunjung internasional.
Alasan utama penolakan masuknya Artan diungkapkan oleh CBP terkait adanya isu keamanan yang muncul saat proses pemeriksaan. Secara spesifik, penolakan tersebut didasarkan pada temuan adanya vetting concerns atau masalah dalam proses pemeriksaan keamanan yang harus dilalui oleh Artan.
Konfirmasi mengenai batalnya tugas Artan juga datang langsung dari pihak penyelenggara utama kompetisi. Juru bicara FIFA memberikan pernyataan resmi bahwa wasit tersebut tidak akan bisa berpartisipasi dalam semua kegiatan yang telah direncanakan.
"Omar Abdulkadir Artan tidak dapat mengikuti pelatihan dan bertugas sebagai wasit pada Piala Dunia FIFA 2026 setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat," kata juru bicara FIFA. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak langsung dari keputusan CBP terhadap karir Artan di ajang internasional.
Pernyataan resmi dari FIFA tersebut disampaikan kepada media internasional sebagai respons atas perkembangan situasi yang terjadi pada Artan. Hal ini mengonfirmasi bahwa Artan tidak akan memimpin pertandingan maupun mengikuti sesi pelatihan yang disiapkan untuk para wasit terpilih.
Dikutip dari CBS News pada Kamis (11/6/2026), perkembangan situasi ini menjadi kabar yang kurang mengenakkan bagi Artan dan federasi sepak bola Somalia. Keputusan penolakan ini mengakhiri harapan Artan untuk memimpin laga di salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia.