JAKARTAHYPE.COM - Usus merupakan organ vital dalam sistem pencernaan yang memainkan peran krusial dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Ketika organ ini berfungsi dengan baik, penyerapan nutrisi dapat berlangsung secara optimal.
Sebaliknya, apabila terjadi gangguan pada usus, berbagai masalah kesehatan serius, termasuk risiko kerusakan organ, dapat mulai muncul.
Salah satu kondisi serius yang mengancam organ ini adalah kanker usus besar, yaitu pertumbuhan sel abnormal yang berawal di bagian usus besar, bagian akhir dari saluran pencernaan. Walaupun umumnya menyerang lansia, kondisi ini kini juga mulai ditemukan pada populasi usia muda.
Sering mengalami sembelit atau diare yang menetap, disertai rasa kelelahan yang berkelanjutan, dapat menjadi indikasi awal adanya potensi masalah pada usus besar. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang patut diwaspadai.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, gejala lain dari kondisi ini perlu dikenali sebagai langkah deteksi dini.
Kanker usus besar terjadi akibat adanya mutasi genetik yang mengubah sel-sel usus besar yang sehat menjadi sel kanker yang tidak terkontrol. Dilansir dari laman Cleveland Clinic, sel-sel kanker ini kemudian mulai membelah dan berkembang biak.
Proses perkembangan ini membentuk polip, yaitu jaringan abnormal atau benjolan lunak yang tumbuh pada permukaan selaput lendir di berbagai rongga atau organ tubuh. Seiring waktu, kanker akan terus tumbuh menembus lapisan otot dan jaringan yang membentuk dinding usus besar.
Beberapa faktor risiko telah diidentifikasi melalui penelitian yang menunjukkan peningkatan kemungkinan seseorang terkena kanker usus besar. Faktor-faktor ini sering kali berkaitan erat dengan gaya hidup dan kebiasaan konsumsi sehari-hari.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Juwita Surapsari, MGizi, SpGK, mengungkapkan bahwa kurangnya asupan serat dan vitamin dari makanan harian dapat menjadi pemicu utama risiko kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena sayur dan buah merupakan sumber utama vitamin serta serat yang dibutuhkan tubuh.