JAKARTAHYPE.COM - Motorola, merek yang pernah berjaya di era ponsel lipat melalui perangkat ikonik RAZR V3 di awal milenium, kini menunjukkan sinyal kebangkitan signifikan di segmen foldable. Meskipun sempat meredup akibat persaingan industri yang kian ketat, kini mereka mulai mengukuhkan posisi kembali.

Era baru ponsel lipat modern didominasi oleh inovasi layar yang benar-benar menekuk, sebuah terobosan yang membedakannya dari desain rangka lipat ponsel flip jadul seperti RAZR V3. Samsung saat ini diakui sebagai pemimpin pasar dalam kategori foldable mutakhir tersebut.

Namun, gebrakan terbaru menunjukkan bahwa Motorola sedang bangkit dari tidur panjang, khususnya menjelang pengumuman perangkat terbarunya, Razr Fold. Perusahaan ini berhasil merebut posisi teratas dalam pasar ponsel lipat di dua benua utama.

Menurut data dari IDC, Motorola berhasil menguasai separuh dari total pangsa pasar ponsel lipat yang beredar di Amerika Serikat (AS). Capaian ini menempatkan mereka di atas kompetitor kuat yang lebih dulu aktif di segmen ini, seperti Samsung dan Google.

Keberhasilan ini tidak hanya terbatas di Amerika Utara saja. "Motorola mengantongi 50% pasar ponsel lipat di AS," sebagaimana disebutkan dalam laporan tersebut, sekaligus menegaskan dominasi mereka sementara waktu di pasar tersebut.

Kinerja positif Motorola juga terlihat di kawasan Amerika Latin, di mana mereka berhasil meraih pangsa pasar yang lebih besar lagi. Selain itu, mereka juga berhasil menyerap 13% pasar di Eropa, menunjukkan ekspansi yang merata.

"Laporan yang sama menyebutkan Motorola menguasai 55% pangsa pasar di Amerika Latin dan 13% untuk Eropa," mengutip data yang tersedia mengenai kinerja regional mereka. Secara agregat, Motorola kini memegang 14% dari total pasar foldable global.

"Sementara secara keseluruhan Motorola memiliki pangsa pasar HP lipat total 14%, dikutip dari 9to5Google, Senin (13/4/2026)," demikian keterangan mengenai persentase pasar global yang berhasil diraih merek tersebut.

Meskipun demikian, jalan Motorola masih terjal karena tantangan besar menanti, termasuk potensi peluncuran ponsel lipat perdana dari Apple dalam waktu dekat, serta persaingan berkelanjutan dari Samsung dan Honor.