JAKARTAHYPE.COM - Sebuah penemuan arkeologis monumental tengah menjadi sorotan di Situs Bumiayu, Jawa Tengah, setelah berhasil ditemukan fosil gajah yang diperkirakan berusia sekitar 1,8 juta tahun. Temuan bersejarah ini berpotensi merevisi pemahaman ilmuwan mengenai kronologi kehidupan purba di kepulauan Indonesia.

Keistimewaan situs ini bahkan diperkirakan melampaui usia penemuan signifikan yang sudah ada sebelumnya, khususnya Situs Sangiran yang selama ini menjadi acuan utama. Hal ini menandakan bahwa Bumiayu adalah jendela baru menuju periode geologis yang jauh lebih tua.

Herry Yogaswara, selaku Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menegaskan pentingnya kawasan ini bagi penelitian multidisiplin. Situs Bumiayu menawarkan data krusial bagi berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Ia menjelaskan cakupan penelitian di lokasi tersebut sangat luas dan mendalam. "Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi," kata Heri, dikutip dari laman BRIN, Minggu (12/4/2026).

Proses eskavasi yang dilakukan oleh tim peneliti telah membuahkan hasil berupa penemuan beragam fosil fauna dari periode lampau. Selain gajah yang menjadi fokus utama, ditemukan pula sisa-sisa kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska.

Koleksi fosil ini memberikan petunjuk penting mengenai kondisi lingkungan purba di wilayah tersebut pada masa itu. Keberadaan fauna air dan darat menunjukkan bahwa area Bumiayu dulunya merupakan lingkungan yang berdekatan dengan perairan dangkal.

Perubahan lingkungan secara bertahap kemudian mengubah ekosistem tersebut menjadi daratan seperti yang kita kenal saat ini. Proses geologis ini terekam jelas melalui lapisan tanah tempat fosil-fosil tersebut ditemukan.

Lebih lanjut, tim peneliti juga berhasil mengidentifikasi artefak penting berupa alat batu dan fragmen tulang yang diduga kuat merupakan hasil pengerjaan manusia purba. Temuan benda purbakala ini menguatkan asumsi tentang adanya aktivitas awal manusia di Bumiayu.

Hery menunjukkan optimisme besar terhadap potensi pengembangan kawasan ini melalui riset yang lebih intensif dan kolaborasi antarlembaga terkait. "Hery menambahkan dengan penguatan riset dan kolaborasi lintas sektor, pihaknya optimis Situs Bumiayu dapat dikembangkan menjadi kawasan unggulan arkeologi sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat luas," ujar beliau.