JAKARTAHYPE.COM - Pada era tahun 1930-an, sebuah narasi lintas budaya yang memukau mulai terukir di Banjar Kutuh, yang terletak di Desa Sayan, Ubud, Bali. Momen ini menandai awal mula kolaborasi artistik yang tak terduga antara dua dunia berbeda.

Peristiwa ini berpusat pada sosok Colin McPhee, seorang komposer kelahiran Ontario, Kanada, yang kemudian akrab disapa masyarakat setempat sebagai Tuan Sayan. Kedatangannya ke Bali bukan hanya sekadar kunjungan wisata, melainkan sebuah misi mendalam untuk memahami musik lokal.

Kisah persahabatan erat terjalin antara Colin McPhee dan I Sampih, seorang pemuda Bali yang memiliki bakat luar biasa dalam menari. Keluwesan dan daya tarik kharismatik I Sampih di panggung sangat memikat perhatian sang komposer Kanada tersebut.

Berkat hubungan ini, I Sampih mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan grup kesenian ternama, Gong Gunung Sari Peliatan. Keikutsertaannya lantas membawanya tampil gemilang di berbagai panggung internasional, menyebarkan pesona musik dan tari Bali ke mata dunia.

Ketertarikan mendalam Colin McPhee terhadap harmoni musik gamelan Bali menjadi motor penggerak utama dalam semua aktivitasnya di pulau dewata tersebut. Obsesi artistiknya ini kemudian direkam dan diabadikan dalam sebuah karya tulis penting.

Kisah perjalanan dan pengalaman hidupnya selama berada di Bali tersebut kemudian ia tuangkan secara rinci dalam sebuah buku monumental. Buku yang menjadi saksi bisu pertemuannya dengan budaya lokal ini diberi judul House in Bali.

Buku House in Bali secara spesifik menceritakan tentang obsesi yang dirasakan oleh komposer dan penulis terkenal Colin McPhee tersebut. Ia mendokumentasikan seluruh perjalanannya demi menyaksikan secara langsung keunikan musik gamelan Bali.

Dilansir dari sumber berita yang mengulas kisah ini, narasi tersebut mencakup bagaimana Colin McPhee, yang dijuluki Tuan Sayan oleh penduduk setempat, membina hubungan erat dengan I Sampih di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, pada dekade 1930-an.

"Kisah komposer Kanada di Bali ini, ia tulis dalam bukunya yang berjudul House in Bali menceritakan tentang obsesi penulis dan komposer terkenal Colin McPhee terhadap musik gamelan Bali, dan perjalanannya ke Bali untuk menyaksikannya secara langsung," demikian diceritakan ulang mengenai isi karya tersebut.