JAKARTAHYPE.COM - Sejarah mencatat bahwa wilayah Ambon pernah diguncang oleh salah satu bencana alam paling dahsyat dalam catatan Nusantara pada abad ke-17. Peristiwa kelam ini meninggalkan jejak yang signifikan, terutama karena berhasil didokumentasikan secara rinci.

Dokumentasi penting mengenai dahsyatnya bencana tersebut berasal dari kesaksian seorang naturalis berkebangsaan Jerman. Tokoh ini adalah George Berhard Rumphius, yang saat itu tengah bertugas untuk perusahaan dagang Belanda, VOC.

Kedatangan Rumphius di Ambon terjadi pada tahun 1653, setelah ia menyelesaikan perjalanan laut yang panjang dari Eropa. Pada masa itu, Ambon merupakan pusat penting bagi kepentingan perdagangan rempah-rempah VOC.

Awalnya, penugasan Rumphius di wilayah timur Nusantara ini bersifat militer. Ia ditugaskan untuk membantu mengamankan area kekuasaan VOC sekaligus mendukung kelancaran komoditas utama mereka, yaitu rempah-rempah.

Peristiwa tsunami yang mencatat sejarah tersebut diyakini terjadi pada tahun 1674, menimbulkan kerusakan luar biasa di sekitar Ambon. Skala kehancuran yang ditimbulkan begitu besar sehingga memicu perbandingan dengan hari kiamat.

Kengerian bencana alam tersebut terekam jelas dalam catatan-catatan yang ditinggalkan oleh sang naturalis. Rumphius menjadi saksi mata atau setidaknya menerima laporan terperinci dari peristiwa yang mengguncang wilayah tersebut.

"Peristiwa kelam tersebut berhasil didokumentasikan melalui kesaksian seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang saat itu bertugas untuk perusahaan dagang VOC, George Berhard Rumphius," Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.

Catatan Rumphius menjadi artefak sejarah yang tak ternilai harganya, memberikan perspektif ilmiah mengenai kekuatan alam yang pernah melanda kepulauan Indonesia di masa lampau. Kisahnya menjadi pengingat akan daya rusak tsunami.

"Rumphius pertama kali tiba di Ambon pada tahun 1653 setelah menempuh perjalanan laut yang panjang dari Eropa," Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM.